Berteman Kabut Mengejar Matahari Terbit di Puncak Kelimutu

0
267
Kawah Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT

BeritaFlores.com – Keajaiban tiga warna Danau Kelimutu di Desa Moni, Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende menjadi perbincangan hangat dari wisatawan mancanegara dan Nusantara saat berlibur ke Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Setiap wisatawan yang datang yang ke Pulau Flores selalu menjadikan Danau Kelimutu sebagai destinasi yang wajib dikunjungi saat menjejakkan kaki di bumi Flores.

Tak terkecuali 20 karyawan Jebsen dan Jessen dari delapan negara di Asia Tenggara saat tiba di Kota Ende, tepatnya di Hotel Grand Wisata, Minggu (21/5/2017) membahas kunjungan ke Danau Kelimutu.

Cerita-cerita mistis dan keajaiban warna danau itu membuat penasaran bagi relawan delapan negara Asia Tenggara tersebut.

Mereka berada di Kabupaten Ende untuk membangun fasilitas air minum bersih serta memasang pipa air minum, memperbaiki sumur Kampung Anaranda, Desa Mautenda, Kecamatan Wewaria yang mengalami kesulitan air minum bersih.

Dari Senin-Rabu, 20 karyawan itu bekerja di kampung Anaranda bersama dengan warga di kampung itu, mengampanyekan cara mencuci tangan yang baik dan bersih kepada siswa dan siswi SDK Anaranda.

Perusahaan Jebsen dan Jessen merupakan sponsor dari Lembaga Wahana Visi Indonesia di Area Development Program di KabupatenEnde.

Kamis (25/5/2017), 20 karyawan Jebsen dan Jessen bersama dengan staf Area Development Program (ADP) Ende serta sejumlah relawan lokal dan jurnalis beranjak menuju ke Puncak Danau Kelimutu dari Kampung Moni pukul 04.30 Wita.

Rombongan itu mengejar matahari terbit di Puncak Danau Kelimutuuntuk melihat keunikan tiga kawah Danau Kelimutu. Ternyata banyak wisatawan asing dan Nusantara yang sudah terlebih dahulu berada di puncak Danau Kelimutu untuk menikmati matahari terbit di kawasan itu.

Dengan penuh semangat dalam keadaan alam masih gelap, rombongan terus bergerak dengan menaiki tangga demi tangga dari tempat parkir kendaraan sampai ke puncak. Sejumlah anak tangga dilalui dengan penuh gembira sambil berolahraga menuju ke puncak.

Di sisi kanan menuju puncak terlihat sedikit dua kawah DanauKelimutu, lalu perlahan-lahan kabut menyelimuti kawasan itu dan menutupi matahari terbit dari Timur. Lalu, rombongan itu tetap berjalan menuju puncak bersama dengan wisatawan lainnya.

Setiba di tugu Puncak Danau Kelimutu, sempat rombongan mengabadikan keajaiban Danau kelimutu yang sedikit terlihat sebelum kabut menutupi kawah tersebut. Bahkan sempat melihat danau yang berwarna hitam di sisi kiri dari Tugu Puncak tersebut.

Setiba di Tugu Puncak Danau Kelimutu, rombongan mengabadikan foto bersama dengan sesama rombongan serta melakukan foto selfie untuk mengabadikan kesempatan langka tersebut.

Ini kesempatan terbaik untuk mengabadikan keunikan Danau Kelimutuwalaupun danaunya hanya sedikit terlihat. Yang penting kita bisa berada di puncak Danau Kelimutu yang membuat penasaran saat hari pertama tiba di Kota Ende.

Saat itu semua rombongan membahas untuk mengunjungi DanauKelimutu setelah menyelesaikan pekerjaan di Kampung Anaranda, Desa Mautenda tersebut.

“Saya senang dan bahagia sekali bisa langsung melihat keajaiban kawasan Danau Kelimutu walaupun saya dan rombongan disambut kabut sehingga tak bisa menikmati matahari terbit di langit DanauKelimutu. Saat pertama tiba di Kota Ende, saya melihat danau itu dari atas pesawat sebelum mendarat di Bandara Ende,” ujar Ross Castro, relawan Jebsen dan Jessen dari Filipina kepada KompasTravel, Kamis (25/5/2017).

Setelah menikmati keunikan alam dan keajaiban danau tiga warnaKelimutu, rombongan menuruni tangga menuju ke tempat parkir kendaraan dan balik ke Kampung Moni untuk sarapan pagi.

Selanjutnya mereka menuju Kampung Anaranda untuk melakukan penutupan kegiatan serta peresmian pemakaian sumur dan tuga kran di kampung tersebut yang sudah dibangun oleh rombongan relawan tersebut.

Paket Wisata Unggulan di Pulau Flores

Para travel agent di Flores selalu menjual paket wisata unggulan di pulau tersebut. Mereka menawarkan perjalanan darat dari arah Barat Pulau Flores, mulai dari Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat, sebagai pintu masuk wisatawan yang berkunjung ke Pulau Flores dari arahFlores Barat.

Paket itu kadang-kadang berakhir di obyek wisata Danau Kelimutu.

Paketnya antara lain, Labuan Bajo-Ruteng, Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada dan berakhir di puncak Danau Kelimutu lalu balik melalui Bandara Udara Ende menuju Bali.

Begitu sebaliknya wisatawan terbang dari Denpasar menuju Ende dan menginap di Kampung Moni serta keesokan subuhnya menuju ke puncak Danau Kelimutu.

Selanjutnya berwisata ke Kampung Bena, Kabupaten Ngada, Kampung Todo dan Waerebo di Kabupaten Manggarai dan berakhir di Labuan Bajo untuk berwisata di kawasan Taman Nasional Komodo untuk melihat komodo serta menyelam di bawah laut kawasan Taman Nasional Komodo.

Dari arah Timur, wisatawan terbang dari Bali atau Kupang mendarat di Bandara Frans Seda, Maumere dan menginap semalam di Kota Maumere serta melanjutkan perjalanan menuju Kampung Moni sebelum menuju puncak Danau Kelimutu.

Dari Danau Kelimutu wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Bena atau pilihan lain menuju ke 17 Pulau Riung untuk menyelam serta menikmati pasir putih di pulau itu serta melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo.

Bermuara ke Labuan Bajo

Semua perjalanan paket wisata di Pulau Flores bermuara di Kota Labuan Bajo karena cerita-cerita ajaib tentang binatang komodo serta keunikan bawah laut di kawasan Taman Nasional Komodo.

Keunikan bawah laut di Taman Nasional Komodo membuat penasaran bagi seluruh pelancong dari berbagai negara di dunia ini.

Pemilik Pondok Wisata Silvester Moni, Silvester Syukur kepada KompasTravel di Pondoknya, Kamis (25/5/2017), menjelaskan, setiap hari wisatawan asing dan Nusantara selalu menginap di homestay di Kampung Moni serta beberapa hotel mewah di kampung tersebut.

Wisatawan selalu berwisata ke Puncak Danau Kelimutu untuk menyaksikan keajaiban alam yang disuguhkan oleh alam KabupatenEnde yang menggetarkan dunia terhadap keajaiban-keajaiban tiga kawah di danau tersebut.

“Homestay saya selalu ada wisatawan yang menginap,baik wisatawan asing dan Nusantara dari arah Flores Barat maupun dari arah FloresTimur. Setiap hari wisatawan memesan kamar di homestay saya sebelum ke berlibur di Puncak Danau Kelimutu. Apalagi cuaca di Kampung Moni yang dingin dan mendung diselimuti kabut. Bahkan, dari Kampung Moni wisatawan bisa menikmati matahari terbenam di puncak Gunung Kelimutu kalau tidak kabut,” jelasnya.

Ivan Nestorman, musisi asal Pulau Flores kepada KompasTravel belum lama ini mengatakan, Kota Labuan Bajo sebagai tempat tujuan wisatawan asing dan Nusantara.

Namun, jalan raya di Kota Labuan Bajo masih sempit serta tidak memiliki trotoar bagi pejalan kaki.

Tata kota jalan raya di Kota Labuan Bajo masih belum mengalami perubahan. Kondisi jalan masih seperti dulu. Berisiko sekali kalau berjalan kaki di Kota Labuan Bajo yang tidak memiliki trotoar bagi pejalan kaki.

“Saya berharap pemerintah setempat memikirkan untuk membuat trotoar sehingga memberikan kenyamanan kepada pejalan kaki. Turis asing dan Nusantara sangat senang berjalan kaki. Saya lihat yang indah di Kota Labuan Bajo adalah pemandangan ke lautnya saat dilihat dari Puncak Waringin sehingga wisatawan langsung berwisata ke kawasan Taman Nasional Komodo dengan kapal wisata di pelabuhan Labuan Bajo. Mereka menginap di kapal-kapal wisata,” jelasnya.

Sumber: Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here