Inikah Desa Wisata Alam Terbaik di Flores?

0
267
Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Beritaflores.com – Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) memang terkenal karena budaya dan alamnya yang sangat indah. Di Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende misalnya, para wisatawan akan dimanjakan dengan keindahan pegunungan yang merupakan salah satu kawasan penghasil tanaman holtikultura terbaik di wilayah NTT.

Untuk mengunjungi Desa Waturaka, akses jalannya cukup bagus. Dari Kota Ende, hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk sampai ke desa yang telah dinobatkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sebagai salah satu desa wisata alam terbaik.

Perjalanan selama dua jam menuju lokasi desa itu tidak akan terasa membosankan karena sepanjang perjalanan, para pelancong akan dimanjakan dengan asrinya perbukitan serta suhu udara yang dingin dan berkabut.

Salah seorang wisatawan asal Bekasi, Sigit mengaku bahwa kondisi iklim di desa itu seperti di Lembang, Jawa Barat. Sigit yang berwisata bersama sejumlah rekannya berencana akan menginap di Homestay Desa Waturaka dan melakukan perjalanan ke Danau Kalimutu.

Selain melihat keindahan Danau Kelimutu, Sigit juga berencana mengunjungi air panas serta Air Terjun Desa Waturaka.

“Memang tidak salah jika Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi menobatkan desa ini menjadi salah satu desa alam terbaik,” kata Sigit kepada KompasTravel, Kamis (1/6/2017).

Sementara itu, Kepala Desa Waturaka Aloysius Djira Loy membenarkan jika desa yang dipimpinnya itu beberapa waktu lalu mendapat penghargan sebagai desa wisata terbaik kategori alam, Aloysius juga mengaku kalau Desa Waturaka sendiri berturut-turut terpilih sebagai juara pertama Desa Wisata se-Kabupaten Ende pada tahun 2014 dan 2015.

Aloysius pun merasa bangga karena penghargaan bagi desanya itu diberikan langsung oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo bersama sepuluh desa lainnya yang berhasil mengelola potensi pariwisata untuk memajukan ekonomi masyarakat desa.

“Ini kebanggaan dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi pariwisata yang ada di wilayah kami,” paparnya.

Meski demikian, kata Aloysius, secara khusus di tahun ini pihaknya tidak hanya mengalokasikan dana desa untuk pengembangan destinasi wisata yang dimiliki tapi juga untuk kegiatan lainnya.

“Dana desa saat ini juga kami fokuskan untuk pembangunan sarana Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan sarana infrastruktur jalan maupun infrastruktur pertanian. Seperti perbaikan irigasi dan perbaikan sarana air bersih untuk warga desa. Sebetulnya itu juga sebagai penunjang destinasi wisata yang kita miliki,” tutupnya.

Sumber: Kompas.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here