PUPR Bakal Bangun Ruang Publik di Labuan Bajo

0
966
Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores-NTT. (Foto : Istimewa).

Jakarta, Berita Flores – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaku akan ikut berpartisipasi dalam menata empat destinasi wisata yang masuk dalam rencana strategis pemerintah. PUPR rencananya tak hanya akan membangun infrastruktur, tetapi juga ruang-ruang publik guna mendukung kawasan tersebut. Labuan Bajo, ibu kota kabupaten Manggarai Barat, Flores – NTT masuk sebagai salah satu destinasi wisata yang bakal dilakukan penataan ruang publiknya oleh PUPR.

Adapun keempat destinasi wisata tersebut, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo.

“Kami akan fokus dulu melakukan penataan pada 4 destinasi tersebut. Kami akan buat Master Plannya,” kata Menteri Basuki seperti dilansir Cnnindonesia.com, Senin, 20 November 2017.

Rencananya, menurut dia, ruang publik yang akan dibangun, mencakup rest area, parkir, dan pedestrian. Selain itu, pihaknya juga akan menata kawasan untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata, seperti cafe, restoran, penginapan, ataupun lokasi penjualan cinderamata pada masing-masing destinasi wisata sesuai dengan tata ruang.

Sementara itu, pihaknya juga akan membangun infrastruktur, mulai dari akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase, hingga persampahan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Rido Matari Ichwan mengatakan, dukungan yang diberikan Kementerian PUPR memang tak hanya sebatas penyediaan infrastruktur, namun juga mendorong industri pariwisata nasional.

“Pada 4 destinasi wisata tersebut, Kementerian PUPR akan membangun area usaha bagi masyarakat. Kami juga akan membangun homestay percontohan dengan desain mengusung budaya dan kearifan lokal. Desainnya dihasilkan melalui sayembara yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata,” kata Kepala BPIW Rido Matari Ichwan, Jumat, (17/11/2017).

Kementerian PUPR dan Bank Dunia sejak tahun 2015 telah merintis kerjasama pengembangan Indonesia Tourism Development Program (ITDP). Melalui kerjasama ini, dilakukan percepatan pada tiga destinasi prioritas yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Bank Dunia memberikan pinjaman senilai US$ 300 juta yang digunakan untuk penyusunan Rencana Induk Pariwisata (Integrated Tourism Master Plan/ITMP) senilai US$6 juta dan pembangunan fisik dan pengembangan sumber daya manusia senilai US$294 juta.

“Lelang penyusunan ITMP sudah dilakukan dan kini menunggu non objection letter dari Bank Dunia untuk penetapan pemenang,” katanya.

Penulis : KH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here