Bupati Deno Lakukan Peletakan Batu Pertama PLTA Wae Lega di Rahong Utara

0
1013
Bupati Deno Kamelus dan Wabub Viktor Madur saat berada di lokasi kegiatan peletakan batu pertama PLTA Wae Lega. (Foto : Dok. Humas Pemda Manggarai).

RUTENG, BERITA FLORES – Bupati Manggarai, Deno Kamelus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wae Lega di Lingko Mbohang, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara Jumat, 19 Januari 2018.

Kehadiran PLTA Wae Lega sebagai salah satu alternatif penyedia kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Kecamatan Rahong Utara akan segera terealisasi.

Pembangunan PLTA ini bertujuan sebagai alternatif untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Manggarai, NTT.

Tahap awal pembangunanya telah dimulai, dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Deno Kamelus, dan Wakil Bupati Manggarai, Victor Madur.

Bupati Deno mengatakan bahwa dengan kehadiran PLTA ini akan sangat membantu dalam mengatasi rendahnya rasio elektrifikasi.

“Pemerintah kabupaten Manggarai menargetkan di tahun 2019 seluruh desa sudah teraliri listrik,” katanya dalam sambutan saat kegiatan itu Jumat, 19 Januari 2018.

“Desa yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Rahong Utara akan sangat terbantu dengan kehadiran PLTA ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan dalam rencana semula, peletakan batu pertama pembangunan PLTA ini semestinya dilaksanakan pada bulan Desember 2017 lalu. Namun karena belum finalnya pengurusan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), maka agenda itu ditunda dan terealisasi Jumat kemarin.

Sementara itu, Direktur PT. GISTEC Prima Energinda selaku pelaksana, Juliati Wijaya mengatakan bahwa, kehadiran pembangkit listrik tenaga air tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Rahong Utara.

“Kapasitas PLTA Wae Lega yang kami rencanakan adalah 2 x 0,875 MW atau sebesar 1, 750 MW. Menurut perhitungan kami apabila per KK diberikan 450 W maka cukup untuk memenuhi kebutuhan 4.786 KK yang berada di sekitar PLTA Wae Lega yaitu kurang lebih 11 desa dan masih terdapat 8 desa yang belum mendapat sambungan listrik,” jelas Juliati.

Lebih lanjut ia katakan bahwa, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai sangat bergantung dengan kebutuhan ketersediaan listrik.

“Rasio elektrifikasi di NTT baru mencapai 85,5%. Khusus wilayah Kabupaten Manggarai, daftar tunggu pelanggan PT. PLN (Persero) Wilayah Ruteng telah mencapai 59.843 pelanggan,” urainya.

Selain memenuhi kebutuhan pelanggan kata dia, kehadiran PLTA ini juga akan membantu pengurangan kenaikan beban PLN Rayon Ruteng yang berujung pada pemadaman listrik secara begilir.

“Kami telah mengajukan kerjasama dengan pihak PLN terkait jual beli listrik yang dihasilkan PLTA ini,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritaflores.com, tenaga air yang dipakai dari sungai Wae Lega didukung oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 20 km persegi dan panjang sungai sekitar 5 km.

Debit air rata-rata sebesar 1,63 meter kubik/detik, sementara debit desain PLTA memakai probabilitas 60% atau debit air sebesar 1, 48 meter kubik/detik untuk mengoperasikan dua turbin.

Sedangkan air yang dipakai untuk memutar turbin akan dialiri kembali ke sungai sehingga tidak mengganggu kebutuhan air untuk rigasi dan perkebunan di sekitar sungai Wae Lega.

Penulis : Ronald Tarsan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here