• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, August 13, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Jangan Biarkan Manggarai Jadi “The Killing Fields”

by Redaksi Berita Flores
31 March 2018
in HEADLINE, OPINI, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Petrus Selestinus

Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) harus segera memastikan sekaligus menunjukan tangung jawabnya sebagai Institusi Negara terkait insiden penembakan warga sipil di Ruteng. Kepolisian semestinya wajib melindungi segenap masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat Manggarai.

Jangan biarkan Manggarai, Flores, NTT menjadi ruang “The Killing Fields” (Ladang Pembunuhan/Pembantaian) nyawa manusia.

Korban Ferdinandus Taruk menambah deretan kasus penembakan warga sipil oleh Aparat Kepolisian di wilayah Manggarai Raya. Kejadian serupa pada 23 September 2017 lalu di Manggarai Timur, di mana warga Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, bernama Hilarius Woso.

Hilarius ditembak oleh oknum bersenjata diduga oleh Aparat Polres Manggarai. Tak hanya itu, peristiwa yang sama terjadi pada 4 Juli 2013 silam. Dua orang nelayan yang berasal dari Pulau Pemana di Kabupaten Sikka, Maumere yakni, Salim Umar Al Asis (15) dan Bahruddin Labaho (45). Saat dua korban tersebut berlayar dekat perairan Reo-Riung, pun menjadi korban penembakan oknum Anggota Polres Manggarai. Oknum Polisi mengarahkan laras senjatanya ke kepala korban.

Kembali ke peristiwa penembakan yang mengakibatkan Ferdinandus Taruk terkapar di RSUD Ben Mboi sungguh meresahkan dan memilukan.

Sedihnya lagi itu terjadi pada saat umat Kristiani di Ruteng akan merayakan Hari Suci Paskah. Ironisnya belum ada hasil yang nyata dari upaya Kepolisian setempat untuk mengungkap identitas pelaku penembakan tersebut. Fakta ini semakin kuat rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian. Sebab Polisi tidak maksimal dalam menciptakan ketenteraman.

Polisi seharusnya memberikan prioritas tinggi berupa jaminan keamanan bagi warga Manggarai Raya yang akhir-akhir ini daerahnya tergolong tidak aman. Karena beberapa kali terjadi penembakan secara misterius terhadap warga sipil.

Di mana peristiwa penembakan itu dengan mudah terjadi dan dilakukan oleh oknum anggota Polri, sebagaimana disebutkan di atas. Kenyataan objektif ini akan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat Manggarai terhadap Institusi Polri. Khususnya Polres Manggarai.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian harus bertanggung jawab. Kapolres segera memberikan pernyataan yang menyejukan, mengayomi dan melindungi masyarakat dari tindakan brutal yang diperankan oleh oknum tak bertanggung jawab. Tidak boleh tebang pilih meskipun pelakunya nanti adalah oknum anggota Polri di Manggarai.

Jika kemudian ternyata pelaku penembakannya adalah anggota Polri. Maka Kapolres Manggarai harus meminta maaf kepada keluarga korban. Pihak Polres Manggarai harus membayar ganti rugi atas segala kerugian yang diderita korban.

Harus ada penegasan bahwa kejadian penembakan secara misterius, sebagai bentuk penyalahgunaan senjata api dan penyalahgunaan wewenang.

Sejumlah peristiwa penembakan warga sipil mestinya segera diakhiri. Sebab jika tidak, maka dikhawatirkan Manggarai kelak akan menjadi ruang “The Killing Fields” (Ladang Pembantaian). Bahkan tidak ada pihak yang bertanggung jawab.

Penulis : Petrus Selestinus
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia & Advokat PERADI

Tags: Koordinator TPDIPetrus Selestinus

BacaJuga

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026
Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

Didukung Masyarakat, Yosef Salvius Samsoyo Optimis Terpilih Jadi Kades Pong Umpu

4 August 2026

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

20 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

13 August 2026
Penertiban Hewan Penular Rabies jenis Anjing di Desa Rado, Kecamatan Cibal - Foto: Istimewa

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

12 August 2026

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

10 August 2026

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

7 August 2026

BANYAK DIBACA

Waspada Rabies, Anak SD di Rado  Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

Bocah 7 Tahun di Rado jadi Korban Gigitan Anjing Rabies, Camat Cibal Perketat Upaya Penertiban HPR di Seluruh Desa

Dukungan PAUD Satar Loung Bagi Akses Pendidikan Anak Disabilitas di Desa Satar Loung

Sosialisasi Dapodik Versi 2027, Kadis PPO Manggarai Ingatkan Kepsek Bentuk Tim Pencari Anak Tidak Sekolah

Anggaran Revitalisasi Capai Rp 1 Miliar Jangkau SMPN Satap di Pulau Mules

Akhir Turnamen Anak U-15 di Cibal, Desa Pinggang dan Bea Mese Tarung di Partai Final

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores