Di Manggarai Timur Proses Pencetakan e-KTP Terhambat

0
387
Informasi Dispendukcapil Manggarai Timur. (Foto: Flori Edi/Beritaflores).

BORONG, BERITA FLORES– Proses pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Manggarai Timur, NTT mengalami hambatan. Akibatnya, warga mengalami kesulitan saat mengurus dokumen kependudukan seperti elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Pantauan Beritaflores.com pada Senin, 27 Agustus 2018, pihak Dispendukcapil Matim membuat pengumuman melalui selembar kertas berisi informasi seputar proses pembuatan e-KTP. Bahwa belum bisa melayani warga yang hendak mengurus e-KTP. Sebab stok blangko e-KTP dan ribbon tinta habis terpakai.

Papan informasi tersebut bertuliskan: “Bagi seluruh wajib e-KTP yang sudah melakukan perekaman untuk sementara waktu ditunda pelayanan pencetakan berhubung stok blangko KTP dan ribbon/tinta habis, akan diumumkan kembali jika stok blangko e-KTP dan Ribbon/Tinta tersebut sudah tersedia”

Seorang warga asal Kecamatan Lamba Leda yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan terhambatnya pelayanan pada Dispendukcapil Manggarai Timur.

“Kami kecewa pak, kami datang jauh-jauh dari kampung untuk mengurus KTP elektronik, tetapi sampai disini KTP kami belum juga dicetak,” ujarnya dengan nada kesal.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Manggarai Timur Paulus Tamur mengatakan selain kehabisan blangko, ada perubahan Program Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dari versi lama (versi 5) ke versi terbaru (versi 7).

Perubahan tersebut kata dia, ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami sementara ada program karena selama ini kami pakai versi lima (5) Aplikasi SIAK. Jadi mulai kemarin kami ajukan untuk masuk aplikasi versi tujuh (7) karena ini adalah program baru langsung dari pusat,” ujarnya kepada Beritaflores.com melalui sambungan telepon Rabu, 29 Agustus 2018.

Hingga hari ini lanjut Tamur, proses pencetakan e-KTP belum bisa dilakukan karena kehabisan blangko dan ribbon/tinta.

Meskipun begitu, pihaknya mengaku hanya bisa mengeluarkan Surat Keterangan (Suket) bagi warga yang telah merekam data e-KTP.

“Kami hanya mengeluarkan Suket berhubung karna blangko e-KTP belum ada,” jelas dia. (Flori Edi/FDS/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here