Jelang Pilpres 2019, DPC PDI-P Sikka Gelar Rakercab II

0
63
Ketua DPP PDIP saat memimpin Rakercab II di Maumere, Kabupaten Sikka-NTT. (Foto: Istimewa).

MAUMERE, BERITA FLORES —¬†Menjelang Pilpres tahun 2019, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Sikka menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab II). Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Koordinator Wilayah Nusa Tenggara Timur, Andreas Hugo Pareira, memimpin lansung Rapat Kerja Cabang II (Rakercab II) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka.

Rakercab II tersebut digelar di Hotel Wailiti, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Minggu, 21 Oktober 2018 kemarin.

Rakercab II ini dihadiri oleh struktur DPC dari Aleks Longginus (Ketua), Kondibus Stelamaris (Sekretaris), Arnoldus Donde (Bendahara), Emanuel Kolfidus (Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT), Donatus David dan Alfonsus Onny (Anggota DPRD Kabupaten Sikka Fraksi PDI Perjuangan), para Caleg dari tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten. Selain itu juga, para sesepuh partai antara lain; E.P da gomez, Melkior Mbomba, Alex Longginus dan Marsel Djagong.

Andreas mengatakan bahwa pada tahun 2014 lalu, PDI Perjuangan mengusung Jokowi – JK sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Pilpres 2014 lalu. Pencalonan Jokowi tersebut lanjut dia, merupakan konsekuensi sikap PDIP yang tidak pernah kekurangan kader berkualitas baik di tingkat eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

“Hal ini didukung dengan fakta bahwa selama menjabat sebagai Presiden, Jokowi menunjukan kinerja yang baik, yang terbukti dari tingginya tingkat kepuasan publik terhadap rezim Jokowi-JK dan fakta itu berdasarkan survei dari lembaga – lembaga yang kredibel,” ujarnya kepada Beritaflores.com melalui siaran pers Senin, 22 Oktober 2018.

Oleh karenanya, lanjut dia, PDIP sebagai partai tempat Jokowi bernaung tidak sedikitpun ragu untuk mengusungnya kembali sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019 mendatang untuk melanjutkan tradisi yang dibangun oleh PDIP.

“Melihat realitas politik tersebut bahwa akan berdampak peningkatan suara untuk PDI Perjuangan dan itu adalah konsekuensi logis dari hubungan antara partai dan kadernya,” kata Andreas.

Politisi PDIP itu menekankan bahwa konsekuensi logis tersebut harus dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh DPC PDIP Kabupaten Sikka beserta seluruh Caleg yang bertarung baik di level pusat, provinsi, maupun kabupaten, untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan coat-tail effect dari Jokowi.

Dengan begitu, dapat memenangkan Jokowi, tidak hanya di Sikka, tetapi juga di daratan Flores, Lembata, dan Alor serta seluruh wilayah provinsi NTT.

Dalam kesempatan ini, Andreas pun kembali melakukan konsolidasi kekuatan partai pasca Pilkada Sikka 2018 lalu.

Ia menjelaskan bahwa pertarungan telah usai, dan partai dengan segala kekuatannya harus bersatu untuk kembali memenangkan Pemilu serentak 2019 mendatang. Juga mendukung pemerintahan Kabupaten Sikka tentunya untuk kemajuan daerah.

Andreas berharap, dengan bersatunya Partai dalam semangat gotong royong menuju Pemilu serentak 2019, maka PDIP dapat merebut kemenangan di Pemilu Legislatif Kabupaten.

Pihaknya menargetkan PDIP dapat meraup suara terbanyak untuk mewakili nian tanah Sikka menduduki baik kursi DPR RI maupun DPRD Provinsi NTT. (NAL/FDS/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here