Proyek Air Minum 8 Miliar di Manggarai Timur Diduga Bermasalah

0
134
Jaringan Perpipaan Proyek Air Minum senilai 8 Miliar di Manggarai Timur. (Foto: Poskupang.com).

BORONG, BERITA FLORES —Pembangunan jaringan air bersih di Desa Gurun Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tahun 2016 diduga bermasalah.

Proyek tersebut didanai APBN dengan pagu anggaran senilai Rp 8 miliar lebih. Hingga kini, proyek air bersih tidak sesuai asas manfaatnya bagi masyarakat di daerah itu. Sebab, kota Borong sebagai ibu kota Kabupaten Manggarai Timur masih mengalami krisis air bersih.

Proyek dibangun dari sumber mata air di kawasan Bangga Rangga, Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong itu disebut mubazir. Sebab, pada musim kemerau airnya tidak mengalir.

Bahkan sejumlah pipa saluran tak mengalirkan air ke rumah warga Manggarai Timur.

Tak hanya itu, diduga proyek airnya sempat menuai polemik. Pasalnya, ada usulan dibangun dari sumber mata air di Rana Mese tapi ada surat dari pejabat Matim agar airnya diambil dari Bangga Ranga. Akibatnya, hingga saat ini proyek air yang dibangun mubazir sehingga masyarakat pun bersuara.

Yeremias Dupa, Anggota DPRD Manggarai Timur mendapat laporan masyarakat terkait proyek air bersih tersebut. Dupa mengaku heran karena proyek itu menelan dana miliaran rupiah tetapi anehnya tidak mengalirkan air untuk dimanfaatkan masyarakat Manggarai Timur.

“Apakah salah survei, saya sendiri heran. Sumber mata air di Bangga Rangga itu ada kalau musim hujan tapi musim kemarau airnya tidak ada. Kenapa harus bangun di lokasi yang tidak ada air. Kenapa tidak di Rana Mese. Ini yang dinamakan tidak ada asas manfaat sehingga proyeknya mubazir. Saat ini masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air minum bersih tetapi ada proyek air yang dibangun tidak ada asas manfaat,” ujarnya dilansir Poskupang.com di Borong, Jumat, 26 Oktober 2018 pagi.

Ia menjelaskan, seharusnya proyek tersebut harus dituntaskan dan diperbaikki lalu diserahkan kepada Pemkab Matim agar dikelolah dengan baik.

“Tetapi jangan serahkan kepada Matim kalau kondisi pipa dan baknya tidak ada air. Saya minta perbaiki lalu serahkan kepada pemerintah. Akan tetapi kalau air tidak ada sama saja,” tegas Dupa.

Berdasarkan data dilansir Poskupang.com, Pemkab Matim pernah meminta penjelasan soal proyek tersebut kepada pihak pengelola proyek di Kupang, namun belum direspon untuk segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya, pihak pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sempat meminta lokasi pengambilan air di Rana Mese, namun permintaan itu tidak diakomodir pihak Provinsi NTT. (FDS/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here