• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Thursday, April 30, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Gubernur Viktor: SDM Birokrat Jadi Modal Terbesar Provinsi

by Redaksi Berita Flores
10 January 2019
in BERITA, HEADLINE, NASIONAL, POLITIK, SOSOK
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter



RUTENG, BERITA FLORES — Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut, bahwa sumber daya manusia (SDM) para birokrat menjadi modal terbesar sebuah provinsi. Apabila kualitas SDM para birokrat tidak diperhatikan secara serius, maka sebuah daerah dipastikan tak akan bisa maju.

Hal tersebut ia sampaikan saat kunjungan kerja perdana di Kabupaten Manggarai Rabu, 9 Januari 2019.

“Kalau jalan, jembatan, air, dan listrik, saya tidak worry (khawatir). Meski ada masalah tetapi itu tidak membuat saya khawatir. Tetapi kalau kinerja SDM itu sangat khawatir saya. Karena modal terbesar provinsi ini ada pada birokratnya,” ujar Gubernur Viktor saat memberikan sambutan di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai, Rabu, 9 Januari 2019.

Baca Juga: Viktor Laiskodat Ajak Warga Untuk Terlibat dalam Bisnis Pariwisata

Mantan Anggota DPR RI itu mengatakan, pelayanan publik merupakan hal terpenting dalam sebuah pemerintahan. Apabila kualitas SDM birokrat rendah, maka secara otomatis berdampak terhadap pelayanan publik yang buruk.

“Pada pelayanan publik itu modal terbesar. Hal yang nomor satu adalah pada birokrat itu sendiri,” kata Viktor.

Dia menerangkan, teori Max Weber tentang sebuah sistem birokrasi pemerintahan. Max Weber kata dia, selalu mengatakan struktur sistem birokrasi sangat kaku. Sebab, prinsip legal dan rasional sudah melekat pada sistem birokrasi pemerintahan.

“Salah satu tokoh yang melebarkan teori birokrat adalah Max Weber. Dia selalu katakan memang struktur yang begitu kaku, karena legal dan rasional. Legal artinya semuanya sudah diatur serta sudah tertata. sedangkan rasional artinya dapat dipahami dan memahami sebab – akibatnya,” urainya..

Oleh karena itu, jelas dia, untuk menjalankan struktur birokrasi paling efektif melayani publik sangat bergantung pada pemimpin sebuah birokrasi itu sendiri.

“Apabila pemimpinnya sangat kaku, sesuai dengan bentuknya. Maka itu merupakan kelemahan. Kita tahu bahwa hampir seluruh dunia mengalami hal yang sama, bukan hanya Indonesia, NTT, dan Manggarai tetapi hampir seluruh dunia,” papar Politisi NasDem itu.

Gubernur Viktor menjelaskan, kenyataan tersebut dapat mempengaruhi SDM para birokrat sebuah birokrasi.

“Bentuk birokrasi yang kaku. Bukan saja norma – normanya tetapi sumber daya manusia juga ikut kaku,” ungkap dia.

Dia mengakui, birokrasi provinsi NTT sudah banyak mengalami perubahan saat dirinya dilantik menjadi pemimpin di daerah itu.

“Seperti di provinisi NTT banyak berubah,” cetus dia.

Viktor mencontohkan birokrasi yang kaku misalnya saat pejabat pemerintah dilantik.

“Sebelum saya melantik saudara – saudara, saya perlu bertanya apakah saudara – saudara siap dilantik,?”

“Sejauh ini pasti siaplah. Kalau dia tidak siap berarti disuruh pulang dulu? Kan tidak,” kritik dia.

“Pertanyaan ke dua yang tidak cocok dengan saya adalah dengan Agama apa? Nah ini guru bodoh. Mau lantik orang ko tidak tahu Agamanya apa. Hapus !!,”

Dia menjelaskan, banyak pertanyaan yang dihapus ketika dirinya melantik pejabat di lingkup provinsi NTT. Sebab, sangat kaku dan tidak rasional.

Menurut Viktor, pertanyaan – pertanyaan seperti itu tidak perlu dilakukan. Sebab, jika seorang pemimpin melantik seorang pejabat pemerintah, maka mesti mengetahui identitas dari pejabat yang akan dilantik tersebut.

“Bayangkan kalau ada tamu undangan dari luar negeri, mereka pasti bilang, Gubernur ini ko bodoh sekali yah. Masa mau lantik orang baru dia tidak tahu apa Agamanya,”

Bagi Viktor, ciri khas seorang pemimpin itu harus mengetahui kondisi riil. Apa yang harus dilakukan. Juga harus legal dan rasional sebagai sebuah prinsip sistem birokrasi. (NAL/FDS/BEF).

Tags: GUBERNUR NTTPROVINSI NUSA TENGGARA TIMURSDM BIROKRAT PROVINSI NTTVIKTOR LAISKODAT GUBERNUR NTT

BacaJuga

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

ARTIKEL TERKINI

Tak Lagi Pikirkan Pasar, Petani Porang Antusias PT Agro Porang Nusantara Hadir di Reo

30 April 2026

Anggota DPRD Arlan Nala Tawarkan Investor Bangun Pabrik Porang di Wilayah Cibal Barat

30 April 2026

Pemilik Perusahaan Pastikan Aktivitas Pengolahan Porang di Reo Beroperasi Ramah Lingkungan

30 April 2026

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

29 April 2026

BANYAK DIBACA

Polemik Air Minum Bersih di Para Lando Makin Pelik, Tim Tekhnis PUPR dan Kades Disoraki ‘Tukang Tipu’

Gantikan Frans Pait di Cibal, Camat Bertin Komit Bangun Cibal sesuai Petunjuk RPJMD Bupati Manggarai

Lantik 11 Kepala Puskesmas, Wabup Fabi Abu Serukan Masalah Stunting hingga Angka Kematian Ibu dan Bayi 

Basis di Reo dengan Legalitas Jelas, PT Agro Porang Nusantara Komitmen Bangun Industri yang Ramah Lingkungan

Saberkol pada Sejumlah Sekolah di Cibal, Kadis PPO Ingatkan Guru Tuntaskan Literasi Anak

Tua Adat Pimpin Warga Sengari Deklarasi Sikap Dukung Kehadiran Perusahaan Porang di Reo

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores