Bulog Sub Divre Ruteng Ajak Masyarakat Manfaatkan Program RPK

0
161
Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Ruteng, Muhamad Rahdian Ilham. (Foto: Ronald Tarsan/Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES — Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional Ruteng, Muhamad Rahdian Ilham mengajak masyarakat Manggarai dan Manggarai Timur menjadi sahabat Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menjual berbagai macam produk Bulog.

“Program Rumah Pangan Kita (RPK) ini dibentuk untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sahabat RPK bisa membantu menjual komoditi yang disediakan Bulog seperti beras, minyak goreng, telur dan kebutuhan pokok lain,” ujar Ilham kepada Beritaflores.com di ruang kerjanya Jumat, 1 Maret 2019.

Program ini, kata dia, mulai bergulir sejak tahun 2016 silam.

Ilham mengatakan, program tersebut dalam rangka menjadikan Rumah Pangan Kita sebagai tempat Operasi Pasar. Program RPK ini bertujuan agar pemerintah dapat mengendalikan dan melakukan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

Bulog Sub Divre Ruteng, jelas dia, berencana menjadikan RPK sebagai tempat penyaluran operasi pasar. Menurut Ilham, selama ini program Operasi Pasar yang dilakukan tidak efektif dan efisien.

“Sebelumnya program Operasi Pasar kami buat di lapangan Motang Rua. Sementara yang datang hanya pengusaha besar saja. Jadi, tolong bantu sampaikan kepada masyarakat tentang program ini,” pungkas dia.

Pihaknya menawarkan masyarakat agar memasarkan kebutuhan pokok yang disediakan oleh Bulog. Dia menjelaskan, kebutuhan pokok seperti gula, harga RPK sebesar Rp.10.300. Kemudian sahabat RPK bisa menjual dengan harga lebih tinggi.

“Harga RPK pasti lebih murah dibandingkan dengan harga eceran. Kita jual gula eceran di sini sebesar Rp.12.500 per kilogram sedangkan harga RPK hanaya Rp.10.300 per kilogram. Jelas harga RPK lebih murah,” paparnya.

Sejumlah kebutuhan pokok sperti gula, telur, beras, dan minyak goreng disediakan pihak Bulog Sub Divre Ruteng. (Foto: Ronald/Beritaflores).

Mantan Kepala Sub Divre Bulog Waingapu itu, menjelaskan, ada sejumlah persyaratan bila ingin menjadi sahabat Rumah Pangan Kita antara lain memasukan modal kepada pihak Bulog sebesar Rp.5.000.000.

“Minimalnya modal awal lima juta rupiah. Modal tersebut untuk membeli sejumlah komoditi awal di pihak Bulog. Misalnya, ambil gula, minyak goreng, beras, telur dan sebagainya. Kenapa harus lima juta? Karena ini ikatan antara sahabat RPK dengan pihak Bulog. Selain itu, tidak ada biaya apa-apa, malah nanti kita berikan spanduk RPK untuk promosi kepada masyarakat,” jelasnya.

“Misalnya Rumah Pangan Kita: Toko apa gitu. Kalau jarak hanya 10 kilometer dari gudang Bulog malah diantar gratis semua barang tersebut,”

Ilham menuturkan, apabila barang terjual habis, maka selanjutnya bisa membeli kembali secara eceran dengan harga RPK. Tentunya lebih murah. Pengusaha RPK pun dapat mengambil sendiri di gudang Bulog Sub Divre Ruteng di Kelurahan Satar Tacik, Kecamatan Langke Rembong.

“Bisa ambil sendiri di sini dengan harga RPK. Misalnya minyak goreng dengan harga Rp.12.500. Sementara harga normalnya Rp.13.000. Sedangkan harga di kios pedagang di pasar bisa Rp.15.000 bahkan Rp.16.000. Kalau beli di sini, tulisan 1 kg ya benar-benar isinya 1 kg,” terang dia.

Bila program RPK ini ada di semua titik, maka masyarakat tidak perlu membeli semua kebutihan pokok di pasar. Maka, dengan begitu, tidak mengeluarkan biaya trasportasi untuk datang ke pasar.

“Saya berharap teman-teman media juga bisa bergabung untuk menjadi agen Bulog jadi sahabat Rumah Pangan Kita (RPK),” ajak dia agar berwirausaha.

Berdasarkan data Bulog, kata Ilham, pada tahun 2019 ini, jumlah sahabat RPK yang telah beroperasi sebanyak 43 orang. Sejumlah sahabat RPK tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

“Semakin banyak distributor jadi sahabat RPK, mereka juga tidak mengambil untung banyak. Jadi ke depan, operasi pasar tidak perlu lagi bila RPK ada di semua titik,” pungkas dia.

Dia mengaku, ada banyak Badan Usaha Milik Desa (BumDes) telah bergabung dalam program tersebut. Pihak Bulog pun mempersilahkan sahabat RPK untuk bisa membandingkan harga antara harga pihak Bulog dengan harga di pasar.

“Kalau harga Bulog lebih mahal, silahkan ambil di swasta. Tidak harus ambil terus menerus di Bulog. Akan tetapi, saya yakin harga Bulog lebih murah. Karena swasta itu kan harus ambil untung banyak. Kita harus maklum, karena modalnya bukan modal sendiri, modal bank dengan bunga tinggi,” urainya.

Dia menyebut, bila pemerintah tidak mengendalikan harga, maka semua masyarakat menjadi korban. Sebab, membeli kebutuhan pokok dengan harga sangat mahal. Pihaknya berharap, masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut.

“Bisa juga kita buka di rumah saja. Tapi jangan seperti swasta ambil untung banyak. Tapi prinsipnya, swasta juga kita rangkul untuk bisa ambil di sini,”

Ilham pun mengaku, kualitas kebutuhan pokok milik Bulog saat ini sangat bagus. Tidak perlu diragukan lagi. (NAL/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here