Kades Golo Munga Pimpin Bakti Sosial di Jalan Pangcut-Ranamasa

0
290
Kepala Desa Golo Munga, Laurensius Rato bersama Bhabinkamtibmas, Arsilinus Lentar saat melaksanakan bakti sosial di jalan Pangcut - Ranamasa. (Foto: Ronald Tarsan).

BORONG, BERITA FLORES — Kepala Desa Golo Munga, Laurensius Rato, memimpin secara lansung kegiatan Bakti Sosial untuk membersihkan jalan menuju kampung Ranamasa (Mengge) pada Selasa, 26 Maret 2019.

Untuk diketahui, jalan menuju kampung yang terletak di Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur-NTT ini, tak pernah dibersihkan sejak awal tahun 2018 lalu. Sebab, ada dua pohon besar tumbang bahkan tanah longsor di badan jalan, sehingga menghalangi akses masuk menuju ke kampung itu. Selama ini warga Ranamasa menggunakan jalan alternatif.

Kepala Desa Golo Munga, Laurensius Rato mengatakan, bahwa kegiatan bakti sosial itu bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat jika hendak mengunjungi kampung terpencil itu.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya telah memotong dua batang pohon besar yang tumbang menggunakan mesin sensor sehingga sudah bisa dilalui kendaraan roda dua atau motor.

“Hari ini kami bersama aparat Desa Golo Munga dan Bhabinkamtibmas pa Arsi Lentar menggelar kegiatan bakti sosial untuk bisa membuka kembali akses jalan yang pernah bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujarnya kepada Beritaflores.com di lokasi tersebut Selasa, 26 Maret 2019.

Dia mengungkapkan, pemerintah Desa Golo Munga ingin melanjutkan kembali pembukaan jalan raya menuju kampung ini. Namun, kata dia, pihaknya terlebih dahulu mengantongi surat izin pinjam pakai kawasan hutan lindung dari Dinas Kehutanan pemerintah Provinsi NTT.

“Kita sedang berupaya untuk mendapatkan surat izin pinjam pakai kawasan hutan lindung. Oleh karena itu, saya meminta masyarakat Ranamasa untuk mendukung pemerintah Desa Golo Munga dalam mengajukan permohonan izin tersebut ke Dinas Kehutanan Provinsi,” jelas Kades Laurens.

Pada kesempatan itu, Kades Laurens pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Ranamasa untuk melaksanakan bakti sosial secara rutin agar akses menuju ke kampung itu bisa dilalui kendaraan roda dua. Dalam merespon hal tersebut, Ketua RT Ranamasa, Yohanes Guntur mengumumkan secara lansung bahwa jadwal bakti sosial dilaksanakan setiap hari Sabtu akhir pekan.

Baca Juga: Ranamasa, Kampung Terisolasi di Manggarai Timur

Sementara itu, Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas), Arsilinus Lentar mengatakan, pihaknya selalu siap berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat Ranamasa.

Arsilinus mengajak masyarakat Ranamasa untuk bersatu mendukung upaya pemerintah Desa Golo Munga dalam mengajukan permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung kepada Dinas Kehutanan Provinsi NTT.

“Saya mengajak kita semua untuk bangun kekompakan dan solidaritas terlebih dahulu. Bila kita semua memiliki prinsip solidaritas antara masyarakat Ranamasa, maka apapun ide dan harapan kita pasti akan terwujud,” tukas mantan Kapospol Benteng Jawa itu.

Menurut dia, semua masyarakat Ranamasa pasti memiliki kegelisahan serupa berkaitan dengan kebutuhan akan infrastruktur jalan raya. Karena jalan raya merupakan kebutuhan urgen masyarakat. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi warga setempat dapat berjalan dengan baik.

“Bila sudah ada jalan raya, maka bukan hanya warga Ranamasa yang bisa memanfaatkannya, akan tetapi semua masyarakat Lamba Leda bahkan warga dari tempat lain pun ikut merasakan manfaatnya,” urainya.

Baca Juga: Pemerintah Desa Diminta Bangun Jalan-Raya Menuju Ranamasa

Tokoh masyarakat yang peduli dengan Ranamasa, Stanislaus Sudirman mengatakan, masyarakat sebenarnya sudah memiliki ikhtiar serupa dalam memperjuangkan agar proyek jalan raya menuju Ranamasa kembali dilanjutkan. Sebab, kata dia, proyek jalan raya tersebut pernah dirintis kurang lebih 3 kilometer pada tahun 2007 silam. Namun karena berbagai macam persoalan antara masyarakat setempat sehingga proyek jalan raya tidak dilanjutkan hingga sekarang.

Kondisi jalan menuju Ranamasa di mana sebatang pohon besar yang tumbang pada awal 2018 lalu menghalangi akses masuk menuju kampung itu. (Foto: Ronald Tarsan).

Stanis menjelaskan, bahwa kondisi tersebut pun diperparah dengan ketatnya pelaksanaan Undang – undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, untuk memwajibkan pemerintah Desa Golo Munga harus mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan sebelum membangun proyek pembukaan jalan baru dalam kawasan hutan lindung.

“Saya pikir ada sinyal baik dari masyarakat, bahwa sudah ada kemauan bersama meminta permohonan izin pinjam pakai kawasan hutan lindung untuk pembukaan jalan baru ke Ranamasa,” ujarnya usai melaksanakan bakti sosial dengan masyarakat Ranamasa.

Sebatang pohon besar usai dipotong menggunakan mesin sensor. (Foto: Ronald Tarsan).

Menurut Stanis, kegiatan bakti sosial itu merupakan awal yang baik untuk secara bersama – sama memajukan kampung Ranamasa tentunya melalui hal kecil seperti kegiatan swadaya untuk membersihkan jalan sebagai fasilitas publik.

“Terima kasih kepada masyarakat Ranamasa karena sudah bersedia melaksanakan kegiatan bakti sosial demi kepentingan umum. Juga Kepala Desa Golo Munga dan Bhabinkamtibmas yang telah menggerakkan masyarakat setempat untuk dapat mengikuti kegiatan sosial tersebut,” ujar dia.

Akses masuk sudah bisa dilalui kendaraan roda dua usai kegiatan bakti sosial. (Foto: Ronald Tarsan).

Dia berharap, pemerintah Desa Golo Munga untuk terus melayani masyarakaat Desa, khususnya masyarakat Ranamasa karena sesungguhnya prinsip kepemimpinan adalah pelayanan kepada masyarakat itu sendiri.

Penulis: Ronald Tarsan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here