Bupati Deno Minta Jaga Hutan Saat Resmikan Bendungan Wae Mau I

0
235

RUTENG, BERITA FLORES — Bupati Manggarai, Deno Kamelus meminta masyarakat untuk menjaga hutan lindung saat meresmikan Bendungan Irigasi Wae Mau I di Desa Cambir Leca, Kecamatan Satar Mese Barat pada Senin, 1 April 2019.

Permintaan tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi ketersediaan air bagi wilayah Kecamatan Satar Mese Barat.

Penandatanganan prasasti oleh Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan pembukaan pintu air menandai berlansungnya acara persesmian tersebut. Sebelumnya, acara tersebut diawali dengan ritus penyembelihan hewan kurban berupa seekor kerbau berwarna merah kecoklatan (Kaba Rae, bahasa Manggarai-red). Ritus ini dilakukan oleh para tetua adat setempat sebagai ung syukur atas selesainya pengerjaan bendungan irigasi tersebut.

Bupati Deno Kamelus dalam sambutannya memberikan apresiasi terkait pembangunan Bendungan Irigasi Wae Mau I. Di mana, pengerjaan bendungan tersebut sudah tepat waktu oleh Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II NTT.

“Seingat saya tahun 2014 kita usulkan, lima tahun baru direspon oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II NTT. Ini menyadarkan bahwa membangun tidak seperti membalikan telapak tangan. Butuh kesabaran. Karena itu, kalau kita mau membangun Manggarai, mari kita bekerja sama,” jelas Bupati Deno.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Bendungan Wae Mau I, Frits Djeverson Bale dalam menjelaskan, bahwa proses pengerjaan bendungan tersebut tidak mengalami hambatan serius baik secara teknis maupun nonteknis.

“Masyarakat di sini sangat mendukung. Makanya bisa dikerjakan cepat. Pekerjaan dimulai bulan Maret sampai Desember 2018. Sekarang masih dalam masa pemeliharaan sampai bulan Juni 2019,” ujarnya pada kesempatan itu.

Seorang petani sawah yang berasal dari Desa Cambir Leca, Rius Unggus mengapresiasi pembangunan bendungan irigasi Wae Mau I. Ia pun bersyukur karena para petani di lokasi tersebut sudah bisa mengerjakan kembali sawah mereka setelah setahun tidak dikerjakannya karena ketiadaan air.

“Saya sebagai petani sawah merasa bangga atas terbangunnya bendungan ini. Memang selama setahun ini sawah saya tidak dikerjakan karena kekurangan air karena kerja ini bendungan. Tapi kami senang karena ke depan kami tidak kekurangan air yang mengairi sawah kami,” tutur Rius Unggus di sela-sela acara peresmian.

Bendungan irigasi Wae Mau I ini menelan anggaran fantastis sebesar 24 miliar rupiah dikerjakan oleh PT Modern Surya Jaya, Surabaya bersumber dari APBN tahun 2018. Bendungan irigasi ini akan mengairi 1,055 Ha arel sawah masyarakat di dua Desa sekitar Desa Cambir Leca dan Desa Hilihintir.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Manggarai. Selain itu, tampak Camat Satar Mese Barat Venan Gantas serta para tua adat dari lima gendang yang berasal dari Desa Cambir Leca dan Desa Hilihintir. (NAL/FDS/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here