Wisatawan Kagum Terhadap Festival Caci di Manggarai Timur

0
362
Sepasang penari laki-laki bertarung dengan cambuk dan perisai saat Festival Caci di Toka, Borong. Penari yang bersenjatakan cambuk (pecut) bertindak sebagai penyerang dan seorang lainnya bertahan dengan menggunakan perisai (tameng). (Foto: Yohanes Marto/Beritaflores).

BORONG, BERITA FLORES–Wisatawan asing asal Belanda mengaku sangat mengagumi Festival Caci di Toka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, melalui Staf Bidang Promosi Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Antonius Cangkung menjelaskan hal tersebut kepada Beritaflores.com pada Selasa, 30 Juli 2019.

“Saya sangat kagum dan berjanji untuk kembali ke sini suatu saat nanti. Saya sangat senang dan terhibur. Kostum yang dipakai sangat unik dan eksotis, luar biasa,” kata Antonius meniru ucapan Julian wisatawan asal Belanda.

Para Wisatawan sedang menyaksikan Festival Caci di Toka, Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Yohanes Marto/Beritaflores).

Ia menerangkan bahwa, Festival Caci tersebut digelar pertama kalinya di Kabupaten Manggarai Timur dan berlangsung sangat meriah.

“Selain disaksikan oleh ribuan warga, Festival Caci ini juga disaksikan oleh puluhan wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai negara seperti Jerman, Kanada, Prancis, dan Belanda,” terang Antonius.

Baca Juga: Dorong Industri Pariwisata, Pemkab Matim Gelar Festival Caci

Antonius menuturkan, Festival Caci juga menampilkan sebanyak 180 orang pemain caci serta penabuh gong dan gendang sehingga permainan caci berlangsung semarak dan meriah.

Pada kesempatan itu, para rombongan wisatawan asal Belanda berksempatan untuk berpose bersama putri pariwisata Manggarai Timur. Seorang wisatawan mencoba untuk menjadi pemain caci.

“Dia merasa sangat senang dan ini merupakan pengalaman yang unik dan mengesankan dalam hidupnya,” urainya.

Festival Caci itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus. Dalam sambutan ia mengatakan, Festival Caci dilakukan untuk melestarikan budaya Manggarai juga bertujuan untuk menarik minat kunjungan para wisatawan.

Festival diyakini sangat berdampak pada peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, terutama di destinasi wisata.

“Karena itu, kita akan terus giatkan promosi pariwisata dan budaya Manggarai Timur melalui festival sesuai visi dan misi bupati terpilih yaitu membangun pariwisata berbasis masyarakat, dan membangun pariwisata berbasis budaya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembanganan Industri Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Rofinus Hibur berharap, Festival Caci mampu meberikan dampak positif terhadap kemajuan perekonomian masyarakat Manggarai Timur.

“Semoga kegiatan Festival Caci ini dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Maggarai Timur” kata Rofinus kepada Beritaflores.com Selasa, 30 Juli 2019. (YOHANES MARTO/FDS/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here