Pameran Pembangunan di Ruteng Resmi Ditutup, Omzet Hampir 2 Miliar

0
158
Bupati Manggarai, Deno Kamelus saat memberikan sambutan acara penutupan pameran pembangunan.

RUTENG, BERITA FLORES-Pameran Pembangunan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Lapangan Motang Rua Ruteng, Kabupaten Manggarai resmi ditutup pada Sabtu, 7 September 2019.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengatakan, selama pameran berlansung masyarakat bisa menikmati segala sesuatu di pameran tanpa ditemukan hal negatif berdampak mencederai persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Membangun Manggarai, kata Deno, harus berlandaskan visi misi. Visi merupakan tujuan akan dicapai dalam kurun waktu selama lima tahun mulai tahun 2015 silam hingga 2021.

“Visi kita adalah Manggarai yang maju, makmur, sejahtera, adil, merata, dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa,” papar Deno.

Deno kemudian menerangkan maksud serta tujuan dari visi tersebut, maju artinya ada perubahan positif dalam seluruh sektor kehidupan, seperti bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Pameran pembangunan menurut Deno, sudah sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Manggarai. Hal tersebut dapat dibuktikan dari sisi para peserta pameran karena semakin bertambah jumlahnya dari tahun ke tahun. 

“Kalau tahun 2018 hanya 119 peserta, maka tahun 2019 ada peningkatan menjadi 156 peserta. Itu artinya, ada penambahan 37 peserta, ini yang namanya maju, ada perubahan positif,” tegas politisi PAN itu.

Ia mengungkapkan, bila dihitung dari sisi omzet para pengusaha pameran pembangunan tahun 2018 lalu yang digelar selama 10 hari hanya mencapai satu miliar (Rp.1.000.000.000). Sementara total omzet para peserta pameran pembangunan tahun 2019 ini mengalami peningkatan signifikan karena bisa mencapai Rp1,8 miliar atau hampir dua miliar.

“Saya coba (hitung) rata-rata untuk 14 hari, 1,8 miliar dibagi 14 hari, kalau pengusaha ambil keuntungan minimal 20 persen, maka tiap hari ada keuntungan kurang lebih 26 juta rupiah,” terang dia.

Ia menjelaskan, selain dilihat dari sisi ekonomi karena terjadi pertukaran barang dan jasa, pameran pembangunan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah melalui perangkat daerah minimal dalam satu tahun.

“Masyarakat bisa bertanya tentang kemajuan, pembangunan, perubahan dan lain-lain. Termasuk dunia usaha yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah ini,” pungkas dia.

Deno menambahkan, even pameran pembangunan merupakan cara untuk mewariskan serta melestarikan nilai-nilai budaya Manggarai.

“Hampir setiap malam di panggung utama menampilkan tarian dan lagu Manggarai, permainan rakyat, fragmen, yang menggambarkan budaya kita sebagai orang Manggarai,” jelas orang nomor satu di Manggarai itu.

“Yang namanya budaya adalah hal yang berharga, orang tidak mewariskan sesuatu yang tidak berharga. Budaya adalah warisan, maka tugas kita memelihara, menjaga dan mengembangkannya,” urai Deno.

Ketua Panitia Pameran Pembangunan, Venansius Burhan, mengungkapkan, pameran pembangunan tahun 2019 ini digelar selama 15 hari.

“Selama lima belas (15) hari pameran, perputaran uang dengan omzet penjualan sebesar satu miliar delapan ratus tiga puluh delapan ribu empat ratus lima puluh rupiah (Rp.1.838.000.450.),” ungkap dia.

Jumah tersebut, lanjut dia, merupakan akumulasi omzet diperoleh dari sebanyak 143 stan atau peserta pameran. Omzet itu, kata dia, tidak termasuk stan milik instansi pemerintah daerah Manggarai.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai itu menjelaskan bahwa, peserta pameran pembangunan tahun 2019 mengalami peningkatan sebanyak 156 peserta dibanding tahun 2018 dengan jumlah peserta sebanyak 119.

Venansius menjelaskan, para peserta pameran 2019 terdiri dari instansi pemerintah sebanyak 13 stan, TNI-Polri 2 stan, hortikultura 3 stan, kuliner 58 stan, toko buku 1 stan, BUMN-BUMD 3 stan, dunia usaha 11 stan, tanaman hias 2 stan, sembako 6 stan, sandang 26 stan, perusahan rokok 1 stan, otomotif 4 stan, lembaga pendidikan 1 stan, toko handphone dan asesoris 12 stan, perhiasan dan asesoris 2 stan, permainan ketangkasan 12 stan, LSM 1 stan, dan organisasi wanita 2 stan.

Selain itu, kata Venansius, selama pameran berlangsung, acara di panggung hiburan diisi oleh 71 peserta dari tingkat SD, SLTP, SMA, komunitas dance serta lembaga sosial.

“Ajang pameran menjadi media pengembangan minat dan bakat serta potensi diri, putra-putri kita di Kabupaten Manggarai,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Beritaflores.com, ribuan warga berkunjung untuk menikmati sajian pameran pembangunan sebagai peransang aktivitas perekonomian di wilayah Manggarai itu.

Turut hadir dalam acara penutupan pameran ini, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, Kepala Kantor Pajak Pratama Ruteng, Ketua Kadin, Sekretaris Kadin, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Organisasi Wanita, Pimpinan BUMN-BUMD serta ribuan warga Manggarai.

Selain diisi penampilan para siswa serta komunitas dance Ruteng, acara penutupan pameran ini juga menampilkan duet Bupati Deno Kamelus bersama putrinya Lisa Deno dengan membawakan lagu Manggarai berjudul Lea Daku Nai serta ditutup dengan penampilan penyanyi asal Surabaya Anizah. (TIM/FDS/BF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here