Saat Bupati Manggarai Kunjungi Agrowisata di Banyuwangi

0
86
Pemandangan Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi (Foto: Humpro).

RUTENG, BERITA FLORES-Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Bupati Manggarai, Deno Kamelus berkesempatan mengunjungi salah satu tempat pengembangan pariwisata berbasis agrowisata di daerah itu.

Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Angkat Anglus, dan Kadis Kominfo, Kabag Organisasi, dan Kabag Umum Setda Kabupaten Manggarai, Bupati Deno Kamelus berkunjung ke Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi. Kunjungan ke lokasi wisata di Dusun Wonosari, Tamansuruh, Glagah, Kabupaten Banyuwangi itu dilaksanakan pada Minggu, 15 September 2019, pukul 18.00 waktu setempat.

Deno mengatakan bahwa, kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung keberhasilan pengembangan pariwisata berbasis agrowisata. Menurut dia, program pengembangan agrowisata mungmin dapat dikembangkan di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Untuk pengembangan pariwisata (Kabupaten Manggarai), kita akan melihat apa yang bisa kita lakukan terutama di bidang agrowisata,” ujar Deno.

Pada kesempatan itu, Bupati Deno Kamelus bersama rombongan menyusuri area yang dipenuhi aneka tanaman pangan, beragam bunga, dan hortikultura.

“Selama ini memang informasi berkaitan agrowisata hanya bersifat umum. Tetapi bagaimana konkretnya agrowisata itu, saya bisa melihat salah satunya ada pada tempat ini,” lanjut dia.

Untuk diketahui, Agrowisata Tamansuruh merupakan salah satu obyek wisata unik dengan menawarkan suasana pegunungan. Kawasan ini berada di pedesaan dengan udara yang sejuk, serta hamparan bunga dan kebun agro yang luas. Destinasi agrowisata ini pun bisa dinikmati oleh semua umur dan kalangan. Selain wisata agro, tempat ini disiapkan untuk berbagai macam acara seperti gathering, camping ground, outbound, pertemuan serta kegiatan edukasi.

Pengurus Agrowisata Tamansuruh, Suyitno mengatakan bahwa, butuh upaya dan kerja keras dalam rangka melakukan pengembangan tempat wisata tersebut.

“Ini sebelumnya adalah lahan tandus yang disulap menjadi lahan produktif,” tuturnya.

“Agrowisata di tempat ini dilaksanakan tahun 2018. Berhubung agrowisata di Banyuwangi dalam bentuk sewa dan harganya sangat mahal maka lokasi agrowisata itu kemudian dipindahkan ke sini,” kata Ketua Gapoktan itu.

Dalam tempo satu tahun, lahan tandus ini pun berubah menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati oleh para wisatawan. Tempat ini, oleh beberapa pengunjung disebut sebagai tempat yang instagramable. Betapa tidak, di sana pengunjung disuguhkan pemandangan hamparan bunga berbagai warna dan tanaman hortikultura di lahan seluas 10,4 hektare.

Dari lokasi tersebut, wisatawan bisa melihat Gunung Ijen, Selat Bali, dan Pulau Bali. Tempat ini lokasinya berada di lereng Gunung Ijen. Salah satu produk unggulan dari tempat ini adalah keindahan bunga celosia.

Kunjungan Bupati Manggarai bersama rombongan ke lokasi Agrowisata Tamansuruh dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi. Agenda utama kunjungan kerja tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan e-Government antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Manggarai, di mana Pemerintah Kabupaten Manggarai akan memanfaatkan tiga aplikasi yang selama ini digunakan di Banyuwangi yakni e-Surat, e-SAKIP, dan e-Presensi. (TIM/FDS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here