ASN di Matim Diduga Intimidasi Wartawan Saat Peliputan, AJO Tempuh Langkah Hukum

0
1185
Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristo Selek, Kepala Sekolah TRK Sare, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Foto: istimewa).

BORONG, BERITA FLORES- Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristo Selek, yang menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, diduga telah mengintimidasi Nardi Jaya.

Nardi adalah jurnalis media lokal online yang bekerja pada Posflores.com.

Kristo Selek melakukan intimidasi terhadap jurnalis tersebut, di kantor Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, pada Kamis, 3 Oktober 2019. 

Saat itu, Nardi sedang meliput kegiatan penetapan Pilkades di Desa Komba. 

Saat kegiataan berlangsung, ASN tersebut, tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Saat itu, wartawan Posflores.com tengah merekam proses kegiatan tersebut.

Dalam video yang diperoleh Beritaflores.com, tampak oknum PNS tersebut mencoba merampas Handphone milik Nardi. Sambil berteriak, ia melarang wartawan melakukan peliputan kegiatan tersebut. 

Suasana saat itu pun kian memanas. Terlihat wajah ASN itu sedang marah. Bahkan ia terlihat panik dan ketakutan.

“Jangan difoto. Jangan. Jangan. Tidak bisa,” ucap Kristo.

Saat dikonfirmasi, wartawan media Online Posflores.com Nardi Jaya ketika dihubungi via telepon membenarkan peristiwa tersebut.

“Ketika saya hendak mengambil gambar dalam momen tersebut, ia masuk mendekati saya dan ingin merampas kamera yang saya pegang sambil teriak, jangan foto,” jelas Nardi.

Menurut Nardi, meski sudah dijelaskan beberapa kali bahwa dirinya adalah wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan, namun oknum kepala sekolah tersebut tidak peduli.

Menanggapi hal ini, Ketua Aliansi jurnalis online Kabupaten Manggarai Timur (AJO MATIM) Adrinus Kornasen menjelaskan bahwa, tindakan tersebut dikategorikan sebagai tindakan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya.

“Kita akan temui kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Manggarai Timur untuk memberitahukan hal ini agar kepala sekolah yang bersangkutan segera dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. AJO Matim juga akan menyampaikan pengaduan secara resmi ke Polres Manggarai melalui Polsek Wae Lengga,” kata Kornasen.

Hingga berita ini dirilis, Kristo Selek belum berhasil dikonfirmasi.

Efren Polce/BF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here