• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, June 26, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Pemda Matim Dinilai Arogan Karena Bongkar Paksa Lapak Milik Pedagang

by Redaksi Berita Flores
14 November 2019
in BERITA, HEADLINE
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES-Pedagang Pasar Borong, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong menilai Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersikap arogan atau sombong lantaran membongkar secara paksa lapak milik para pedagang.

Pantauan Beritaflores.com bahwa, Aparat Polisi Pamong Praja melakukan pembongkaran secara paksa lapak milik pedagang pada Kamis, 14 November 2019 sekitar pukul 10.20 waktu setempat.

Pembongkaran lapak milik pedagang dilakukan agar pemerintah membangun pagar pembatas antara lahan warga dengan Pemkab Matim sepanjang 110 meter. Aksi pembongkaran itu, menuai protes dari sejumlah pedagang.

Untung Muhaji, pemilik lahan menegaskan, lahan tersebut bukan milik pemda. Menurut dia, lapak sebagai tempat jualan mereka itu tidak dibangun di atas tanah milik pemerintah Kabupaten Matim.

“Pemda Matim jangan arogan. Bupati Matim harus turun hari ini. Supaya kami tunjukan sertifikatnya. Kalau ditutup, atau dipagar terus akses warga di sini bagaimana,” ujar dia.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pol PP Kabupaten Manggarai Timur, Fransiskus P. Sinta menjelaskan, penggusuran dilakukan sudah sesuai prosedur.

“Kita telah bersepakat bersama dan sosialisasi sudah dilaksankan di kantor Kelurahan Ranaloba,” jelas Fransiskus.

Ia menjelaskan, sementara terkait persoalan batas tanah antar warga dan pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur, pihaknya mengklaim telah dibahas di Kantor Lurah Ranaloba.

“Bahwa batas tanah tersebut berada sekitar 3 sampai 4 meter dari got yang telah dibangun pemerintah,” tandasnya.

Ia menjelaskan, upaya pemagaran dilakukan bertujuan mengamankan aset pemerintah daerah Matim. Bahkan bangun pagar di lokasi itu bertujuan mempercantik tampilan Pasar Borong.

“Pemda Matim juga punya sertifikat atas tanah milik pemda dan pemerintah sedang mengamankan aset pemda,” ujar dia. (EFREN POLCE/FDS).

BacaJuga

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

ARTIKEL TERKINI

SMPK Immaculata Ruteng Dapat Anggaran Revitalisasi Senilai Rp 2,15 Miliar dari APBN

25 June 2026

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

25 June 2026

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

25 June 2026

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

23 June 2026

BANYAK DIBACA

Tiket Masuk Rp 20 Ribu di Destinasi Wisata Baru Poco Likang Tuai Sorotan, Begini Kata BKSDA NTT

29 Mahasiswa UGM KKN di Manggarai, 4 Klaster Keilmuan untuk Dua Desa

Panitia Matangkan Persiapan Turnamen U-15 di Kecamatan Cibal

Sengketa Tanah Keranga di Labuan Bajo, Dittipidum Bareskrim Polri Panggil Pihak yang Diduga Terlibat

Kadis Aloisius: Empat Destinasi Wisata Andalan Manggarai Jadi Penyumbang PAD

Plan International Indonesia dan Pemkab Manggarai Luncurkan Project Desa SIAP

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores