• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Friday, June 19, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Andreas Hugo Pareira Minta Mendikbud Perhatikan Nasib Guru Honorer

by Redaksi Berita Flores
25 November 2019
in BERITA, HEADLINE, PENDIDIKAN
A A
4
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, BERITA FLORES-Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDIP Andreas Hugo Pareira (AHP) menyoroti nasib guru honorer. Ia mengatakan upah para guru honorer di seluruh pelosok negeri masih jauh dari kata sejahtera. Andreas meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim memperhatikan secara serius nasib para guru honorer.

Ia menjelaskan hal itu melalui keterangan tertulis kepada awak media pada Senin, 25 November 2019.

“Di Indonesia saat ini terdapat ratusan ribu tenaga guru honorer kerja bakti dengan penghasilan jauh dari kelayakan manusiawi,” ungkap Andreas.

Ia meminta Presiden Joko Widodo agar segera memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai visi misi yang dituangkan melalui program kerja pemerintah. Tenaga edukasi atau para guru pun harus menjadi skala prioritas dalam ide serta narasi besar pembangunan SDM.

“Pembangunan SDM tidak akan tercapai apabila sang pembangun tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” urai dia.

Menurut Andreas, guru bukan hanya pengajar. Juga bukan hanya bekerja untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan (how to transfer knowledge), karena transfer ilmu dan pengetahuan hari ini sudah bisa dibantu dengan fasilitas teknologi. Akan tetapi, guru bekerja untuk mendidik (how to teach, how to educate), di mana dalam mendidik dibutuhkan sentuhan-sentuhan afeksi karena tak tergantikan oleh alat informasi dan teknologi. Di sinilah peran penting para guru.

“Untuk itu, pemerintah di bawah komando Mendikbud perwakilan milenial Nadiem Anwar Makarim perlu memikirikan program-program out of the box, untuk mengakselarasi, kualitas dan kapasitas guru. Para guru harus memberikan jaminan fasilitas kerja yang layak, dan memberikan jaminan hidup yang layak untuk guru karena telah bekerja full time mendidik siswa,” pinta Andreas.

Berdasarkan data, ungkap dia, para guru bekerja mengajar dan mendidik siswa masih memiliki fasilitas pendidikan sangat terbatas. Guru juga bekerja dengan jaminan hidup untuk dirinya dan keluarganya yang pas-pasan, bahkan hidup berkekurangan. (TIM/FDS).

BacaJuga

Plan International Indonesia dan Pemkab Manggarai Luncurkan Project Desa SIAP

19 June 2026

Kades Rado dan Lurah Pagal Dukung Turnamen Sepak Bola U-15 Kecamatan Cibal

19 June 2026

379 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dilepaskan

17 June 2026

Dukungan Membludak Iringi Langkah Jurae ke Meja Panitia Pilkades Macang Tanggar

17 June 2026

ARTIKEL TERKINI

Ketika Kekerasan Menghapus Rasa Aman dalam Rumah Tangga

19 June 2026

Plan International Indonesia dan Pemkab Manggarai Luncurkan Project Desa SIAP

19 June 2026

Kades Rado dan Lurah Pagal Dukung Turnamen Sepak Bola U-15 Kecamatan Cibal

19 June 2026

379 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dilepaskan

17 June 2026

BANYAK DIBACA

Wujud Komitmen Kecamatan Ramah Anak, Camat Cibal Buka Turnamen Sepak Bola U-15

Pemerintah Harus Hadir Bukan Sekadar Janji

Kades Rado dan Lurah Pagal Dukung Turnamen Sepak Bola U-15 Kecamatan Cibal

Damping Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Garuda di Reok, Bupati Hery: Setiap Niat Baik Biasanya Dipertemukan dengan Orang Baik

Edi Hardum Beri Klarifikasi Soal Sebutan ‘Penjahat’ ke Mantan Kadis DP3AKB Matim

Mengapa Masih Ada Sikap Intoleransi di Negeri ini?

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores