ODP Bertambah 2 Orang, Deno Minta Camat Data Warga Terpapar COVID-19

0
1935
Bupati Manggarai Deno Kamelus saat memberikan arahan kepada jajarannya di Kantor Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong. (Foto: Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES- Jumlah warga yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) COVID-19 di Kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai bertambah. Berdasarkan data yang dirilis pemerintah setempat bahwa hari ini Senin, 23 Maret 2020 tercatat sebanyak enam (6) ODP. Bertambah dua (2) orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 4 ODP.

Bupati Manggarai Deno Kamelus menjelaskan hal tersebut saat memberikan arahan kepada jajarannya di Kantor Kelurahan Pitak, Kecamatan Langke Rembong pada Senin, 23 Maret 2020.

‚ÄúSampai hari ini ada enem orang yang berkategori Orang Dalam Pemantauan (ODP). Mereka pernah melakukan perjalanan di daerah terpapar dan kembali ke sini lalu ada gejala batuk, flu, pileg, nyeri bagian tenggorokan dan sesak napas,” kata Deno.

Baca: 4 Orang ODP COVID-19 di Manggarai, 1 Orang baru Pulang dari Filipina

Ia mengatakan sejumlah pasien tersebut sudah melakukan pemeriksaan baik di Puskesmas maupun di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng. Pihak RSUD juga kata dia, telah memberikan obat dan masker kepada 6 ODP tersebut.

“Karena ada gejala lalu tenaga medis memberikan obat, ada yang empat hari dan ada lima hari. Mereka ini kemudian disuruh pulang di bawah pantauan. Bisa jadi selama empat hari mereka sembuh. Jadi tidak semua orang yang mengalami batuk, flu dan sesak napas itu terkait dengan Corona,” ujarnya.

Saat itu, Deno bersama beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun melaksanakan pemantauan di Kelurahan Pitak, dan Kelurahan Mbaumuku. Bahkan ia memasuki beberapa rumah warga untuk memastikan warganya tidak terinveksi COVID-19. Ia juga menemui warga yang baru pulang dari pulau Jawa bernama Bambang Wagiman.

Saat menemui Bambang di kediamannya di Pitak, Deno meminta agar segera melakukan pemeriksaan kesehatan bila mengalami gejala terinveksi COVID-19. Sebab, Bambang baru saja tiba di Ruteng usai melakukan perjalanan dari Jakarta dan transit di Denpasar, Bali sebagai daerah terpapar Virus Corona.

“Tolong menjaga kesehatan yah. Apabila mengalami gejala sakit demam, flu, batuk dan sesak napas segera melakukan pemeriksaan,” kata Deno.

Pada kesempatan itu, Deno membagikan masker secara gratis kepada warga yang baru pulang dari daerah yang terpapar COVID-19 seperti Jakarta, Denpasar, Semarang dan beberapa daerah lainnya.

Bupati Deno Kamelus membagikan masker kepada warga yang baru datang dari daerah terpapar COVID-19 di Kelurahan Pitak.

Ia meminta kepada ODP untuk mengisolasi diri di rumah mereka. Tidak boleh pergi kemana-mana. Sehingga dengan demikian, bisa mencegah pandemi virus jika orang tersebut sudah positif COVID-19.

“Kita mencegah dari awal. Di samping itu juga nanti kita pantau dia,” pungkas dia.

Deno mengakui, apabila dalam satu pekan ke depan telah melakukan pendataan secara keseluruhan ODP, maka bisa dilakukan pemetaan berdasarkan wilayah mereka masing-masing.

“Saya minta para Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk melaksanakan maklumat Polri agar melarang kegiatan yang menghadirkan orang dengan jumlah banyak,” tegas dia.

Ia pun meminta para Camat, Lurah maupun Kepala Desa untuk membuat pergeseran anggaran untuk mengatasi masalah COVID-19 di daerah itu. Para Camat juga diminta untuk mendata semua warga yang terpapar Virus Corona.

“Saya minta agar mendata semua warga yang datang dari daerah terpapar. Misalnya ODP di Satar Mese ada berapa, Satar Mese Barat ada berapa, identitas mereka dan alamat lengkap mereka didata semua,” pinta dia.

Deno mengaku, sudah ada Tim Reaksi Cepat di RSUD dr. Ben Mboi untuk menangani pasien Virus Corona. Baik dari personil tenaga medis maupun dokter spesialis. Bahkan ruangan khusus untuk pasien COVID-19 juga sudah disiapkan.

“Kami sudah berencana hilangkan jam besuk. Pasien dengan gejala Virus Corona itu kemudian tidak bisa lansung masuk IGD atau Poliklinik. Itu ada satu tempat khusus di luar untuk dilakukan pemeriksaan,” urainya.

Tidak Ada Cairan Disinfektan

Pemerintah Daerah kata dia, sulit mendapatkan cairan disinfektan untuk membunuh Virus Corona melalui penyemprotan di beberapa fasilitas publik seperti Terminal, Bandara, Pelabuhan, Pasar dan fasilitas publik lain.

“Kita sudah berupaya mencari itu cairan disinfektan tapi belum dapat. Sebaiknya pemerintah pusat distribusikan cairan disinfektan juga ke daerah walau pun jumlahnya 100 liter,” harap dia.

Meski begitu, pihaknya telah berupaya secara maksimal untuk berkoordinasi kepada Satgas Provinsi agar membantu pemerintah Kabupaten Manggarai. (TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here