Pemkab Matim Gelar Panen Raya Padi Sawah Varietas Inpari 32 di Lamba Leda

0
529

BORONG, BERITA FLORES- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar panen raya padi sawah varietas inpari 32 di Persawahan Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, pada Jumat, 15 Mei 2020.

Pantaun Beritaflores.com bahwa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan melakukan panen secara simbolis didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Sentis.

Kegiatan panen simbolis tersebut juga disaksikan oleh perwakilan kelompok tani di wilayah itu, bersama-sama dengan Forkopincam, dan pihak instansi terkait.

Pelaksanaan panen simbolis itu, diawali pembagian masker bagi warga yang hadir dan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait COVID-19.

Dalam sambutan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas yang dibacakan Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan mengatakan, kegiatan panen secara simbolis merupakan bukti keberhasilan para petani di Matim dalam mencapai swasembada pangan daerah melalui peningkatan produksi padi sebagai pangan pokok.

“Hal itu antara lain ditandai dengan tersedianya irigasi yang memadai dibangun sesuai kondisi di semua kecamatan, penangkar benih unggul, pupuk bersubsidi, namun masih sulit dalam pendistribusian, alat dan mesin pertanian yang kian merujuk ke peningkatan jumlah,” kata Sekda Boni saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan, saat ini pemenuhan akan permintaan kebutuhan pangan pokok padi yang mengalami peningkatan merupakan konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan daya beli masyarakat.

Berdasarkan kondisi tersebut, selama 5 (lima) tahun ke depan, Pemda Matim melalui Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur akan menempatkan beras dan jagung sebagai dua komoditi pangan utama. Ia berjanji akan terus didorong peningkatan produksi, kualitas hasil dan nilai.

“Dalam rangka pemenuhan kebutuhan kedua komoditi pangan utama tersebut, maka target  Pemda Matim sesuai dengan amanat RPJMD Kabupaten Manggarai Timur 2019-2024 adalah tercapainya sasaran produksi pada tahun 2023 untuk komoditi padi sejumlah 115.139 ton GKP dan jagung 36.348 ton pipilan kering panen,” ujarnya.

Sebab, data produksi dan produktivitas padi tahun anggaran 2019 menunjukkan bahwa, rata-rata produksi atau produktivitas padi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 4.0 ton/ha dengan total produksi 90.730,54 ton gabah kering panen, dengan luas panen 22.750,7 ha.

Data tersebut, berdasarkan amanat RPJMD Kabupaten Manggarai Timur 2019-2024 bahwa, target sasaran produksi padi yang ingin dicapai pada tahun 2023/2024 adalah 115.139 ton, dengan rata-rata produksi 5.2 ton/ha atau setara dengan produktivitas nasional saat ini.

“Dari target ini maka untuk musim tanam Okmar 2019 yang di panen diawal tahun 2020 target produksi  yang ingin dicapai adalah 94.554 ton dengan produktivitas 4.44 ton/ha dari luas panen: 21.234 ha,” terang dia.

Saat ini, di Kecamatan Lamba Leda, Desa Satar Padut merupakan salah satu sentra produksi padi dengan luas wilayah Kecamatan: 360,43 km² atau 36.043 hektare. Sedangkan, luas lahan pertanian: 15.059.3 ha dengan rincian anatara lain, lahan basah fungsional seluas 1.290,93 ha yang terdiri dari, irigasi teknis: 0 ha, irigasi semi teknis, 278 ha, irigasi desa 299.63 ha, irigasi sederhana 357,1 ha, tadah hujan murni: 3562 ha.

Sekda Boni merincikan, total luas lahan basah potensial 407 ha sedangkan untuk Indeks Pertanaman (IP): 1 X tanam: 1290.93 ha, 2 X tanam: 700 ha 3 X tanam : 0.

Sementara lahan kering menurut penggunaanya (keadaan tahun 2020) antara lain, lahan kering fungsional: luas tanam padi ladang: 726 ha, tanam jagung: 125825 ha, tanam kedelai: 725 ha, tanam porang: 135 ha dari 1357 orang petani (masih bersifat spot-spot). Sedangkan, luas tanam ubi-ubian: 3101 ha, tanam aneka sayur-sayuran: 5027 ha, tanam aneka buah-buahan: 492,23 ha, luas tanam dan aneka tanaman perkebunan: 3411 .2 ha.

“Lahan kering potensial: 2.033,79 ha. Dari Potensi Pertanian Lamba Leda ini kita dapat melihat dan mengetahui luas panen, produksi dan produktivitas beberapa komditi,” ujar Boni.

“Pangan strategis sampai pada keadaan Mei 2020 yaitu: 1. padi sawah total luas panen: 538,9 ha dengan produksi 2.694,5 ton GKP atau rata-rata produksi mencapai: 5 ton/ha,” jelas dia.

Oleh karena itu, target produktivitas seperti yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Manggarai Timur untuk tahun 2019/2020 sebasar 4.2 ton/ha. Padi Iadang dengan total luas panen: 574 ha dengan produksi 1435 ton atau rata-rata 2.5 ton/ha.

“Jagung total luas panen 938.75 ha dengan produksi: 3004 ton atau rata-rata : 3.2 ton/ha,” urai dia.

Produksi ini, kata Boni, masih jauh di bawah rata- rata produksi Kabupaten Manggarai Timur dengan target yang sama seperti padi yaitu 4.2 ton/ha di tahun 2019/2020. Karena itu, untuk musim tanam yang akan datang perlu diupayakan lagi untuk meningkatkan produksi jagung di Lamba Leda.

Penen simbolis padi saat ini tepatnya, di lokasi persawahan Dampek, Desa Satar Padut dengan jumlah 325 KK. Luas areal persawahan irigasi Wae Laing Dampek 283 ha yang terdiri dari sawah irigasi semi teknis 276 ha dan sawah tadah hujan 7 ha. Indeks pertanaman 2 kali yaitu MT 1 yang saat ini mulai panen 283 ha dan MT 2: 170 ha.

Efren Polce/ Berita Flores

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here