Plan Indonesia Beri Penguatan Kapasitas kepada Kelompok Disabilitas

2
595
Pegawai Plan Indonesia saat memberikan Penguatan Kapasitas kepada Kelompok Disabilitas di Tulung, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. (Foto: Dok. Plan Indonesia).

RUTENG, BERITA FLORES- Meski kampanye tentang kesetaraan gender telah lama disuarakan, namun masih banyak kaum perempuan yang belum mendapatkan kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki, khususnya bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Manggarai, NTT.

Hal tersebut dipicu karena pandangan masyarakat yang negatif terhadap penyandang disabilitas. Sehingga menyulitkan mereka untuk mendapatkan kedudukan, hak, dan peran yang sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Bahkan, banyak keluarga mendapatkan diskriminasi sehingga memutuskan untuk menyembunyikan diri mereka dari masyarakat untuk menghindari rasa malu.

Berdasarkan fakta tersebut, maka Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) mendampingi kaum disabilitas untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep kesetaraan gender dan inklusi sosial.

Pegawai Lapangan Plan Indonesia Andreas Wotan mengatakan, melalui Proyek Water for Women (WfW) didukung oleh Plan Australia melalui Australian Aid, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Tim Penggerak Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) menggelar kegiatan tentang peningkatan pemahaman kesetaraan gender dan inklusi sosial kepada kelompok disabilitas secara online.

Kegiatan ini telah dilaksanakan di Tulung, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT pada Senin, 27 April 2020.

Baca: Puskesmas Narang Gandeng Plan Indonesia Cegah Pandemi COVID-19

Andreas mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan menguatkan kapasitas kelompok disabilitas dalam memahami gender dan inklusi sosial.

“Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan menyasar kelompok disabilitas untuk memotivasi mereka dan menguatkan kapasitas mereka dalam memahami gender serta inklusi sosial,” jelas Andreas.

Baca: Pemkab Manggarai bersama YPII Komitmen Stop BABS Tahun 2020

Andreas mengakui, pada kesempatan tersebut, para peserta berharap pelatihan tersebut dapat menguatkan semangat mereka dalam menjalankan usaha menjahit yang sudah berlangsung lama. (TIM).

2 COMMENTS

  1. Profisiat buat Kk Alfira P.Tangur yang melahirkan niat baiknya untuk membantu sesama yang memang benar2 membutuhkan pertolongan..berawal dari iseng2 hanya memanfatkan mesin jahitnya Oma (Mama) tuk jahit Masker keperluan keluarga dan tman2 di Puskesmas Timung,ternyata usaha kecilnya dulu banyak membantu sesama yg berada disekitarnya..hampir ribuan Masker yg sudah laris terjual,,Semangat terus Kk Alfira,semoga Niat Baikmu selalu mendapat balasan dariNya..

  2. Maaf, mohon izin bercerita.

    Yg ada di foto adalah 1 pegawai YPII, 2 orang penyandang disabilitas(pasangan suami isteri), 1 orang ibu rumah tangga (bukan penyandang disabilitas) dan Ibu Alfira yg berinisiatif mempekerjakan mereka selama masa pandemi Covid-19.
    Awalnya Ibu Alfira hanya berniat membuat masker kain untuk teman-temannya di Puskesmas (beliau adalah seorang perawat). Namun, beberapa teman yg melihat postingan beliau di FB dan WhatsApp meminta beliau menjahit lebih banyak dan akan dibeli.
    Ibu Alfira melihat peluang ini dan tergerak untuk mengajak kerjasama pasangan disabilitas ini dan 1 orang IRT (yg ada di foto) untuk memenuhi permintaan masker kain sekaligus menambah pemasukan.
    Bagi saya, Ibu Alfira adalah contoh orang yang sibuk berburu berkat di masa pandemi.

    Terimakasih ibu Alfira dan semua orang yang juga rajin mengejar pahala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here