Banyak Proyek Bermasalah, Mantan Kades Benteng Tubi Dilaporkan ke DPRD Manggarai

0
107
Warga Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara mendatangi Sekretariat DPRD Manggarai melaporkan proyek bermasalah di desa mereka. (Foto: Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES- Warga Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai untuk mengadukan ketimpangan yang terjadi di desa mereka, pada Rabu, 22 Juli 2020.

Vensianus Pangur, salah satu warga Desa Benteng Tubi mengatakan, pihaknya mendatangi Sekretariat DPRD Manggarai untuk mengadukan terkait pengerjaan proyek perluasan jaringan air minum bersih di desa itu yang diduga bermasalah.

Ia mengungkapkan, pipa air minum yang digunakan dalam proyek tahun anggaran 2019 lalu itu, masih menggunakan pipa bekas dari program PAMSIMAS tahun 2015.

Ia mengungkapkan, proyek tersebut menelan anggaran senilai Rp1 miliar lebih yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).

“Pertanyaan kami, kemana anggaran senilai Rp1 miliar lebih tersebut. Sementara pemerintah desa masih menggunakan pipa lama yang nota bene masih aset PAMSIMAS,” ungkap dia.

Dikatakan, selain menggunakan pipa lama, persoalan lain dalam proyek tersebut adalah terkait pengadaan cincin pipa dan soket.

“Pengakuan pemerintah desa pada tanggal 20 Januari 2020, cincin dan soket ada dalam RAB, sementara pengadaan pipa tidak ada,” ungkap dia.

Ia mengakui, proyek perluasan jaringan air minum di Desa Benteng Tubi terjadi pada masa jabatan Kepala Desa VA, periode 2013-2019.

Selain itu juga, kata dia, pihaknya menemukan persoalan lain terkait bantuan rumah tidak layak huni tahun anggaran 2017 karena tidak tepat sasaran.

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir berjanji akan memanggil mantan Kades tersebut dan instansi terkait untuk mengklarifikasi terkait pengaduan dari masyarakat tersebut.

Politisi Partai PAN ini meminta pemerintah untuk mengawasi semua proyek yang turun ke masyarakat agar benar-benar tepat sasaran.

“Masalah seperti ini bukan hanya terjadi di Benteng Tubi. Bahkan di mana-mana, kadang-kadang desa ini ada pilih kasih dan dinas terkait mesti dia punya data akurat dari desa, supaya bantuan itu tepat sasaran,” kata Masir di hadapan warga Desa Benteng Tubi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here