Butuh Kekuatan Penta Helix Kembangkan Sektor Pariwisata Manggarai

0
444
Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Agustinus Bataona saat memberikan sambutan pada kegiatan Pengukuhan dan Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Kabupaten Manggarai periode 2020-2025. (Foto: Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan Pengukuhan dan Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HPI Kabupaten Manggarai periode 2020-2025 di Aula SMK Sadar Wisata Ruteng pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Berdasarkan pantauan wartawan, hadir pada acara ini Ketua DPD HPI Provinsi NTT, Agustinus Bataona; puluhan anggota HPI Manggarai, serta para sponsor. Pjs Bupati Manggarai, Dr. Drs. Zeth Sonny Libing melalui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Ketua DPD HPI Provinsi NTT, Agustinus Bataona mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk terus meningkatkan capasity building (peningkatan kapasitas) para pelaku wisata dengan memperkuat ilmu pengetahuan (knowledge), life skill atau keterampilan-keterampilan lainya. Ia menjelaskan bahwa, HPI akan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah, sehingga ke depan industri pariwisata Kabupaten Manggarai akan berkembang dengan baik.

Kekuatan Penta Helix

Agustinus mengakui, HPI juga siap membangun sinergitas dan berkolaborasi dengan para stakeholder terkait untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada sektor pariwisata. Ia mengatakan, pihaknya menerapkan konsep penta helix yaitu ABCGM (Akademisi, Businees, Community, Government, Media) untuk meningkatkan sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai.

“Akademisi, karena kita membutuhkan akademisi dalam meningkatkan industri pariwisata, Businees people yaitu para pelaku usaha atau sponsor seperti perhotelan, rumah makan dan sebagainya. Community artinya kita membutuhkan keterlibatan masyarakat, Government, karena kita membutuhkan pemerintah sebagai mitra HPI. Selanjutnya, media massa; kita membutuhkan media untuk mempublikasi tentang pariwisata,” ujarnya.

Ketua DPC HPI Kabupaten Manggarai, Yohanes Jehabut mengatakan, HPI Manggarai merupakan perpanjangan tangan dari HPI Pusat. Pihaknya bekerja selama lima tahun akan datang sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang mengacu pada Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tanggga (ART) dan Peraturan Organisasi.

“Jadi, semangat dasarnya adalah memastikan bahwa pelaku pariwisata yang ada di Kabupaten Manggarai ini menjalankan fungsi kepemanduannya secara baik, kompeten, lalu hak-hak mereka juga harus terpenuhi,” pungkas dia.

Yovie Jehabut begitu ia akrab disapa menuturkan bahwa, HPI merupakan garda terdepan dalam membangun industri pariwisata. Yovie juga ingin memastikan para pemandu wisata di Kabupaten Manggarai menjadi representasi yang baik bagi dunia pariwisata secara keseluruhan sehingga pada akhirnya menjadi ajang promosi paling efektif untuk meningkatkan kunjungan para wisatawan.

“Untuk itu, tugas kepemimpinan kami selama lima tahun ini adalah, memastikan peningkatan kapasitas pramuwisata itu sendiri. Selain itu bertugas konsolidasi lintas sektoral dengan stakeholder pariwisata yang lain. Karena HPI Manggarai baru terbentuk tahun ini,” imbuh Yovie.

Di samping itu, kata dia, HPI memiliki beberapa proyek dokumentasi mengenai potensi pariwisata untuk dipublikasi melalui E-book dan website sebagai database pariwisata Kabupaten Manggarai. Hal tersebut akan dikerjakan pada waktu yang akan datang untuk mendukung juga kerja-kerja pariwisata yang dilakukan pemerintah dan oleh stakeholder yang lain.

“Peningkatan kapasitas para pramuwisata akan dilakukan melalui penentuan standar great yaitu pramuwisata muda tingkat kabupaten, pramuwisata madya. Up great itu dalam lima tahun sekali untuk melakukan peningkatan status. Kami berkomitmen membuat semua pramuwisata Manggarai ini berstatus pramuwisata muda berlisensi dan diakui dengan standar sertifikasi nasional. Sehingga pramuwisata kita layak menjalankan tugas kepramuwisataan,” terang Yovie.

Ia mengaku, HPI pun bermitra erat dengan Asosiasi Pengusaha Pariwisata (Asita). Jadi ke depan, peningkatan kapasitas pramuwisata itu terkait dengan pemenuhan kebutuhan para pengusaha wisata dalam merekrut pemandu wisatanya. Bahkan saat ini, pihaknya telah merancang metode pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, standar keamanan, attitude dan kemampuan berbahasa.

“Semua pelatihan nanti ditangani oleh profesional di bidang masing-masing. Misalnya pelatihan kepemanduan alam, kita tetap mengundang para geologis dan naturalis dan pada bidang kebudayaan kita undang antropolog yang memang menekuni bidang itu. Karena itu pihak akademisi akan membantu kita dalam pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pramuwisata ,” jelas dia.

Butuh Kekuatan Penta-Helix

Kepala Divisi Bidang Komunikasi Publik Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF), Sisilia Jemana mengatakan, industri pariwisata bisa berkembang apabila didukung dengan model Penta-Helix (merangkul pemerintah, akademisi, swasta dan filantropi, kelompok masyarakat, dan media massa di dalamnya sebagai satu kesatuan). Ia menjelaskan, penta helix merupakan gabungan dari kekuatan pemerintah, kekuatan komunitas masyarakat, kekuatan para akademisi, kekuatan dunia usaha, dan kekuatan media massa.

Lia begitu ia akrab disapa menuturkan, kekuatan media massa tersebut mencakup media cetak, maupun media elektronik/daring. Bahkan kekuatan media sosial yang mewartakan informasi positif, agar bisa menggunakan seluruh energi positif untuk meningkatkan industri pariwisata di Kabupaten Manggarai. Energi masyarakat kata dia, jangan sampai terbuang percuma mengurusi masalah yang bukan prioritas. Apalagi jika masalah tersebut justru akan memperlemah daya tarik para wisatawan.

“Untuk itu, kehadiran HPI ini menjadi angin segar untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Manggarai,” imbuh Lia.

Ia menambahkan, pada prinsipnya, HPI ke depannya sudah pasti menjadi bagian dari kemitraan dengan BOPLBF, sebagai bagian dari sinergi Penta-helix/ABCGM. Lia melanjutkan, HPI sebagai asosiasi menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses pembangunan pariwisata Kabupaten Manggarai. Lebih jauh ia menjelaskan, melalui kemitraan HPI dengan seluruh stakeholder, termasuk pemda dan BOPLBF, HPI berperan penting dalam rangka mempromosi pariwisata di Manggarai dan juga mengemban peran sosial membangun masyarakat khususnya untuk kepariwisataan.

Sementara itu, Pjs Bupati Manggarai, Dr. Drs. Zet Sonny Libing melalui Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat mengatakan, pihaknya mendukung penuh hadirnya HPI Kabupaten Manggarai. Anglus berharap, keberadaan DPC HPI Kabupaten Manggarai dapat berperan penting meningkatkan sektor pariwisata di daerah itu.

“Karena dengan adanya HPI maka akan ada peningkatan jumlah wisatawan. Tentunya akan berdampak pada meningkatnya pendapatan-pendapatan masyarakat khususnya di hotel, rumah makan atau restoran,” urai Anglus.

Pramuwisata kata dia, memiliki tugas penting antara lain, mengatur perjalanan para wisatawan ke lokasi tujuan memberikan penjelasan tentang perjalanan dan objek wisata dan membantu mengurus dokumen perjalanan atau memberikan pertolongan dan sebagainya. Pramuwisata juga harus terus meningkatkan kapasitas, baik dalam kemampuan berbahasa, peningkatan wawasan maupun penampilan dirinya antara lain dengan menonjolkan pakaian khas daerah Manggarai.

“Kalau berkunjung ke tempat wisata harus memakai busana Manggarai karena itu salah satu ajang promosi busana milik orang Manggarai,” terang Anglus. (R11/TIM).

 

Previous articleLimbah RPH Karot, Ruteng Cemari Lingkungan Warga
Next articleAliansi Tanah Dading Yogyakarta Gelar Demonstrasi Tolak Tambang Semen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here