Kakanwil Kumham NTT Apresiasi Program Pemberdayaan Karutan Ruteng  

0
167
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kumham) Provinsi NTT, Mercy Djone, saat berbincang-bincang dengan warga binaan di sela-sela acara serah terima jabatan Karutan Ruteng. (Foto: Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kumham) Provinsi NTT, Mercy Djone, mengapresiasi program pemberdayaan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dijalankan oleh Kepala Rutan (Karutan) Kelas II B Ruteng, Muhammad Mehdi.

“Saya harus menyatakan di tempat ini, saya memberikan apresiasi kepada pa Mehdi untuk kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntasnya, mengantarkan saudara-saudara warga binaan untuk menjadi orang yang berguna,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara serah terima jabatan Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng pada Senin, 4 Januari 2021.

Baca: Rutan Ruteng Luncurkan Program Kunjungan Online Cegah Covid-19

Mercy mengatakan, Rutan Ruteng telah melaksanakan sejumlah program pemberdayaan salah satunya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai untuk mengembangkan usaha hortikultura. Terobosan tersebut kata dia, sangat luar biasa, karena bisa membangun kerja sama positif dengan stakeholder terkait dalam rangka membina dan mendidik warga binaan sehingga bisa produktif mengembangkan usaha di bidang pertanian.

“Pa Mehdi sudah banyak melakukan perubahan-perubahan di Rutan Ruteng, karena dia sangat konsen sekali dengan pertanian dengan memiliki kebun sayur dan sebagainya. Saya senang sekali itu, pa Mehdi juga sangat memperhatikan hak-hak dasar warga binaan terutama pelayanan kesehatan dengan pemeriksaan hepatitis, TBC dan rapid test. Langkah yang sangat baik sekali karena bisa bangun kerja sama dengan dinas kesehatan,” pungkas dia.

Baca: Rutan Kelas IIB Ruteng Gelar Penyuluhan Hukum

Menurut Mercy, program pemberdayaan seperti ini harus terus ditingkatkan. Rutan Ruteng telah membangun kerja sama dengan Dinas Kesehatan Manggarai untuk memastikan pelayanan kesehatan warga binaan tetap terjamin.

“Warga binaan itu, tidak hanya pukul 07.00 dikeluarkan, jemur di matahari tidak jelas dan jam 5 masuk, itu tidak boleh, harus ada sesuatu yang mereka lakukan. Lakukan pemberdayaan sesuai dengan kondisi daerah masing-masing dan pa Mehdi telah melakukan itu,” ucap Mercy yang disambut applause oleh peserta acara tersebut.

Ia juga berterima kasih dengan pihak Forkopimda karena telah melaksanakan Permen 10 tahun 2020 dalam rangka pemberian asimilasi dan integrasi. Karena itu, sampai sekarang Rutan Ruteng berhasil melaksanakan perintah regulasi. “Walaupun nanti pemberian asimilasi dengan Permen 32 yang baru, itu lebih ketat lagi karena tidak semua bisa diberikan asimilasi,” ungkap dia.

Baca: Menarik, Ada Program Hortikultura di Rutan Carep Ruteng

Ia juga mengucapkan terima kasih serta memberikan apresiasi kepada para warga binaan pemasyarakatan karena menjalankan hukuman di Rutan Ruteng. “Teman-teman jangan pernah putus asa ketika berada di sini. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Teman-teman warga binaan bisa saja menjalani hukuman di dunia ini, tetapi petugas bisa saja menjalankan hukuman di neraka ketika kami dalam menjalankan tugas tidak berintegritas dan tidak profesional,” beber dia.

Untuk itu, ia mengajak para petugas Rutan Ruteng agar bekerja dengan etos kerja yang tinggi. Bekerjalah dengan hati, bekerjalah secara profesional, dan bekerjalah untuk Tuhan. “Saya mengutip sedikit ayat kitab suci: “Ketika Aku dipenjara kamu tidak melihat Aku, ketika Aku sakit kamu tidak melihat Aku dan ketika Aku lapar, kamu tidak memberi makan” akan tetapi teman-teman ASN Rutan Ruteng sudah melaksanakan ayat kitab suci,” kata Mercy.

Untuk itu, ia kembali mengajak agar bekerjalah secara profesional karena kesejahteraan para petugas sudah sangat tinggi. Apalagi kata dia, Menkumham sudah berpesan agar bekerjalah dengan etos kerja yang baik dan jadilah pelayan yang baik. Bahkan ASN Kemenkumham diminta harus menjadi pelayan yang baik.

Ia meminta kepada Kepala Rutan Ruteng yang baru agar melanjutkan sejumlah program yang telah dirintis oleh Karutan sebelumnya. “Kalau bisa ditingkatkan, ya harus ditingkatkan. Jangan pernah kerja sendiri bangun koordinasi dengan pemerintah daerah. Harus berkoordinasi dengan Forkopimda. Pesan pa Menteri harus bermitra dengan media massa. Bangun citra positif dengan bermitra dengan media massa. Semua yang dilakukan harus diekspos oleh media massa,” tegas dia.

Ia mengakui bahwa, saat ini pihaknya telah berkomitmen untuk melakukan pembenahan SDM para petugas Rutan sehingga bisa memberikan pelayanan prima terhadap warga binaan. “Saya tekankan kepada para kepala rutan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan. Saya tidak segan-segan mengambil tindakan kepada pegawai saya, apabila mereka melakukan pungli, memberikan makanan tidak layak, air minum tidak layak, pelayanan kesehatan, lalu persulit warga binaan untuk mendapat asimilasi dan hak-hak lain,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga, Mercy mengatakan, pihaknya berkomitmen melaksanakan program bantuan hukum gratis kepada warga tidak mampu atau warga miskin. Ia menjelaskan, hingga saat ini program tersebut sedang berjalan.

“Setiap Lapas Rutan harus punya Pos Bantuan Hukum dan bekerja sama dengan OBH (Organisasi Bantuan Hukum) yang terakreditasi oleh Kemenkumham seperti LBH Manggarai Raya dan Peradi Ruteng. Sehingga ke depan, setiap tahanan yang masuk itu wajib didampingi pengacara karena itu hak dasar yah. Orang harus diberikan perlindungan hukum, ketika secara ekonomi tidak mampu itu bisa mendapatkan bantuan hukum gratis dan itu tidak dipungut biaya sedikit pun dan bantuan itu melalui OBH tersebut,” tutur dia.

Secara terpisah, mantan Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Muhhammad Mehdi mengatakan, bertugas di Rutan Ruteng merupakan anugrah karena rasa persaudaraan sangat tinggi dan hubungan dengan warga binaan terjalin dengan baik sehingga pembinaan terhadap WBP bisa sangat efektif. Hal tersebut bisa terwujud berkat kerja sama dengan lintas sektor terutama kerja sama dengan Organiasi Pemeritah Daerah (OPD) Manggarai.

“Tujuan akhir dari sistem pemasyarakatan yaitu memulihkan kesatuan hidup, kehidupan warga binaan bisa berjalan dan akhirnya bisa membentuk pribadi warga binaan sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Ardian Alam Syah berkomitmen melaksanakan tugas sesuai dengan regulasi yang ada. Ia pun berjanji siap melaksanakan pesan-pesan Kakanwil Kemenkumham NTT dalam ranga memberikan pelayanan prima kepada para warga binaan Rutan Kelas IIB Ruteng.

“Saya siap melayani warga binaan sesuai standar operasional prosedural (SOP) yang ada. Tetap memberikan pelayanan yang baik kepada warga binaan baik itu makanan, kesehatan, dan melanjutkan program pemberdayaan warga binaan,” ujarnya. (R11/TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here