Warga Manggarai Timur Gotong Jenazah Seberangi Wae Musur 

0
75
Sejumlah warga Manggarai Timur harus menggotong jenazah dengan menyebrangi sungai Wae Musur, karena sampai saat ini pemerintah setempat tak kunjung membangun infrastruktur jembatan sebagai penghubung kedua wilayah. (Foto: Istimewa).

BORONG, BERITA FLORES – Warga Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa menggotong jenazah RG menuju kampung mereka lantaran mobil tidak bisa melintasi sungai Wae Musur pada Kamis, 7 Januari 2021.

Lois Gonzales, kerabat RG menuturkan, mobil pengangkut jenazah tidak bisa melintasi sungai Wae Musur, karena kondisi sungai yang dalam bahkan arus sungai tersebut tampak deras. Di mana, sungai Wae Musur menuju arah wilayah Nanga Lanang itu belum memilki jembatan penyebrangan.

“Kalau kondisi sungainya dalam dan berarus deras, kendaraan bermotor tidak bisa lewat. Tadi itu mobil yang bawa jenazah tidak bisa lewat karena arus sungai yang deras dan dalam. Terpaksa jenazah itu kami gotong menuju Nanga Lanang,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon, pada Kamis sore.

Lois menuturkan bahwa, almarhum RG meninggal di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Kabupaten Manggarai. Menurut Lois, RG diantar ke rumah sakit tersebut untuk mendapat perawatan medis. RG diantar ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatannya pada Rabu (6/1) pagi.

Menurut Lois, sebelum memeriksakan diri ke Rumah Sakit St. Rafael Cancar, RG sering mengeluh sakit dada. Lois menambahkan sesuai hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, RG menderita diabetes dan gangguan jantung. Meski RG sempat mendapat perawatan intensif, namun naas menimpa RG karena tidak bisa tertolong hingga mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis pagi.

Jenazah RG kemudian dipulangkan ke kampungnya halamannya di Nanga Lanang untuk dimakamkan. (TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here