Manggarai Timur Berpotensi Jadi Kabupaten Sorgum

0
51
Sekda Kabupaten Manggarai Timur, Ir Boni Hasudungan saat berpose bersama tim NGO usai menggelar pertemuan. (Foto: Beritaflores).

BORONG, BERITA FLORES — Non Governmental Organisation (NGO); Yayasan Ayo Indonesia dan Yayasan KEHATI Jakarta bersama Keuskupan Ruteng menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Boni Hasudungan di Borong Rabu, 10 Maret 2021.

Tiga lembaga itu mengirim perwakilan yang terdiri dari Yos Sudarso, Rikardus Roden, dan Romo Marsel Hasan, Pr. Mereka tiba di Sekretariat Daerah Kabupaten Matim Lehong, Borong sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pada saat itu, mereka mendiskusikan ide pemanfaatan lahan tidur yang mencapai 46 ribu hektare di Kabupaten Manggarai Timur, Flores-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk pemanfaatan lahan tersebut adalah dengan membudidayakan sorgum. Sorgum sendiri menurut Tim tersebut dalam beberapa waktu terakhir telah diuji coba penanamannya di Paroki St. Damian Beamuring, Kecamatan Lamba Leda Timur dengan hasil yang sangat baik.

Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, melalui Sekretaris Daerah, Boni Hasudungan didampingi Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai Timur, Johanes Sentis menyambut baik rencana menjadikan daerah itu sebagai Kabupaten Sorgum.

“Terkait rencana tersebut maka kita akan mulai dari 6 desa yang akan dibuat SK penetapan Desa Sorgum, kemudian selanjutnya membangun kebun benih dengan pendekatan Parokial, dan Paroki St. Damian Beamuring sebagai pusat pengembangan sorgum untuk pangan, gizi, ekonomi dan perbenihan sorgum,” ujarnya melalui siaran pers Kamis, 10 Maret 2021.

Sekda Boni menjelaskan, sebanyak enam desa yang akan menjadi lokus dari kegiatan tersebut antara lain, Desa Leong, Golo Ndari, Melo, Watu Lanur, Deno dan Compang Weluk, di Kecamatan Lambaleda Selatan. Dalam menindaklanjuti rencana baik ini kata dia, pihaknya akan menggelar pertemuan informal multipihak di Paroki St. Damian Beamuring pada Rabu, 17 Maret 2021 mendatang.

“Pertemuan ini digelar bertujuan menggali gagasan peta jalan pengembangan sorgum sehingga sorgum masuk dalam perencanaan APBD untuk ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan tidur,” pungkas dia.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai Timur Yohanes Sentis turut menyambut baik rencana tersebut. Kadis Jhon menjelaskan, pihaknya akan mulai menggelar lokakarya mini di Paroki Beamuring tentang rencana dan dukungan pengembangan sorgum di Kabupaten Matim pada Rabu, 17 Maret 2021 nanti.

Di samping itu, pada kesempatan yang sama rencananya akan menggelar acara panen simbolis tanaman sorgum yang siap panen dari rangkaian kegiatan tahun lalu.

Pemda Matim bersama lembaga gereja keuskupan Ruteng, Ayo Indonesia dan Yayasan Kehati Jakarta, bekerja sama untuk menyukseskan gerakan produksi dan konsumsi pangan sehat/alternatif sorgum di daerah penghasil komoditi pertanian dan perkebunan itu.

Kementrian Pertanian dan Distan Provinsi NTT sangat mendukung Matim dalam pengembangan sorgum karena kita serius dan fokus serta bersinergi dalam pengembangan sorgum ini termasuk ketersediaan lahan potensial yang banyak.

Penulis: Efren Polce

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here