Meski Telan Rp3,7 Miliar, Proyek Gedung SMAN 4 Borong Kini Mulai Rusak

0
Tampak sebuah potongan kayu yang tertanam ke dalam campuran fondasi. (Foto: Firman Jaya/Beritaflores).

BORONG, BERITA FLORES – Proyek pembangunan ruangan kelas SMAN 4 Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT diduga dikerjakan asal jadi bahkan kini sudah mulai rusak.

Padahal besaran anggaran pembangunannya cukup fantastis. Pembangunan gedung tersebut menelan anggaran senilai Rp3.766.000.000 bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2021.

Warga setempat mendesak pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk tidak melakukan PHO (Provisional Hand Over). PHO adalah suatu kegiatan serah terima seluruh pekerjaan yang dilakukan secara resmi dari penyedia jasa kepada direksi pekerjaan setelah diteliti terlebih dahulu oleh panitia penilai hasil pekerjaan.

Seorang warga yang bermukim di sekitar SMA Negeri 4 Borong, Naldi (32) mengatakan, pekerjaan gedung sekolah di SMA Negeri 4 Borong itu dikerjakan asal jadi. Meski belum berusia setahun kini sudah mulai rusak. Ia meminta media untuk melihat secara lansung kondisi proyek pembangunan ruangan kelas tersebut.

“Masih ada ruangan yang belum diplester. Di bagian barat ruangan juga terlihat miring, kentara sekali miringnya itu. Lantai juga banyak yang sudah retak,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Borong Kamis, 7 April 2022.

Naldi menilai, kontraktor pelaksana proyek itu telah mengabaikan kualitas pada setiap item pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, dirinya mendesak pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT untuk tidak melakukan PHO proyek tersebut.

Berdasarkan pantauan Beritaflores.com, pada Kamis, 7 April 2022 terlihat di bagian dinding beberapa ruangan yang baru dibangun ini belum diplaster. Termasuk juga pada beberapa sisi bangunan, cat tembok sudah mulai terkelupas.

Kondisi gedung itu pun semakin memprihatinkan. Bahkan sudah terjadi keretakan di sejumlah bagian gedung.

Selain itu, di sisi bagian barat bangunan itu terlihat miring dan pada salah satu sisi fondasi terlihat ada potongan kayu yang tertanam ke dalam campuran fondasi. Bahkan lantai ruangan baru tersebut juga sudah mulai mengalami keretakan parah.

Untuk diketahui, proyek pembangunan ruangan kelas SMA Negeri 4 Borong ini dikerjakan oleh CV. Gasindo dengan kontraktor perencana adalah PT. Kanindo Panurama Konsultan. Sementara kontraktor pengawas merupakan CV. Saba Consultant.

Hingga berita ini dirilis, Kepala Dinas Pendidikan NTT sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi. Meski dihubungi berkali-kali, namun dirinya belum merespon awak media.

Penulis: Firman Jaya

Previous articleBPH Migas dan KSOP Labuan Bajo Audensi Tata Kelola Konsumen BBM
Next articleTak Bayar Upah Pekerja, Disnakertrans Segera Panggil Direktur CV Chavi Mitra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here