BPOM Temukan Sejumlah Produk Kedaluwarsa di Ruteng

0
Satgas Pengawasan Obat dan Makanan saat menggelar operasi di sejumlah gudang di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Beritaflores).

RUTENG, BERITA FLORES – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manggarai Barat menemukan sejumlah produk kedaluwarsa yang dijual bebas di beberapa gudang di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan tersebut terungkap setelah Satgas Pengawasan Makanan dan Obat-obatan menggelar operasi di gudang CV Sentosa Jaya dan 7 gudang serta minimarket lainnya pada Selasa, 12 April 2022.

“Hari ini kami melakukan intensifikasi pangan dalam rangka menjamin masyarakat agar mengonsumsi makanan yang aman selama bulan Ramadhan,” ujar Kepala Loka POM Manggarai Barat, Andy Rysmin Nuryadin di Ruteng Selasa, 12 April 2022.

Nuryadin mengungkapkan, dari hasil operasi ditemukan sejumlah produk ilegal, produk tidak memiliki izin edar dan produk kedaluwarsa. Adapun tindakan yang dilakukan antara lain, untuk produk kedaluarsa dan tidak memiliki izin edar langsung dimusnahkan di tempat yang disaksikan petugas.

Kepala Loka POM Manggarai Barat, Andy Rysmin Nuryadin saat memberikan keterangan pers di Ruteng. (Foto: Ronald/Beritaflores).

“Produk ilegal tersebut antara lain, ada beberapa jenis makanan. Kami juga langsung memberikan pembinaan kepada pemilik agar tidak menjual produk-produk tersebut,” beber dia.

Ia mengaku, pihaknya telah menyita beberapa jenis barang yang terbukti kedaluwarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi. Nuryadin menjelaskan operasi yang digelar selama dua hari itu melibatkan Dinas Kesehatan Manggarai, Dinas Tanaman Pangan, Satpol PP dan pihak kepolisian setempat.

“Harapan kami bahwa, produk-produk yang dijual ke masyarakat bisa terjamin, tidak kedaluarsa, tidak rusak, produk yang legal dan layak dikonsumsi,” terang dia.

Selain itu, lanjut dia, petugas BPOM juga melakukan pengujian dan sampling terhadap pangan berupa takjil di beberapa lokasi di Ruteng. Hal itu bertujuan untuk memastikan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat terjamin dan aman untuk kesehatan.

“Hari ini kami melakukan pengawasan dan pemeriksaan dengan cara sampling terhadap 23 sampel terhadap makanan yang dijual pedagang di Ruteng,” terang dia.

Nuryadin menuturkan, dari 23 sampel tersebut kemudian lansung dilakukan uji secara cepat dan hasilnya negatif semua serta aman untuk dikonsumsi masyarakat. (Ronald).

Previous articleDinilai Langgar Prokes, Praktisi Hukum Minta Polisi Hentikan Turnamen Bola di Mukun
Next articlePelaku Ekraf Flores Diajak Manfaatkan Banpersus Aspirasi AHP 2022 Sebesar Rp50 Juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here