Oleh Alfred Tuname Istilah “leko-leles” menjadi causa selebre publik Manggarai Timur (Matim), khusus netizen medsos, seletah calon Bupati Agas Andreas menyebut frasa itu dalam sebuah kampanye politik Pilkada Matim 2018. Sebutan istilah “leko leles” sontak membuat semua tim sukses, “cheerleaders” politik dan tokoh (bukan budayawan) lawan politik merasa kesemutan dan...
Oleh Alfred Tuname Pola-pola pembangunan selalu lahir dari persilangan kepentingan politik. Politik itu mengikuti arah kecenderungan angin mayoritas masyarakat. Sementara, proses pembangunan itu mengikuti arah arus dan gelombang politik. Semua itu bermuara pada pantai kebaikan bersama (bonum commune). Idealnya demikian. Bahwa apa pun keputusan, pembangunan harus dirasakan oleh sebagian besar masyarakat....
Oleh Alfred Tuname Keputusan otoritatif Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Manggarai Timur (Matim) terhadap non PNS membuat miris nasib pendidikan di Manggarai Timur. Tak tanggung-tanggung, ada 109 guru “Bosda” dieliminasi dan 24 guru THL di-down grade. Semua ini lambat laun berdampak pada buruknya kualitas pendidikan di Matim. Bisa saja, pendidikan di...
Oleh Alfred Tuname Pasca pemungutuan suara (27 Juni 2018) Pilkada Manggarai Timur (Matim), tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,26% (voxntt.com, 29/6/2018). Angka tersebut lebih besar dari tingkat partisipasi Pemilu di dua periode sebelumnya, yakni hanya 70% (mediaindonesia.com, 29/01/2018). Memang prosentasi itu belum cukup memuaskan sebab tingkat partisipasi politik menentukan kualitas demokrasi Matim....
Oleh Frans Anggal Para imam dan beberapa awam Katolik asal Manggarai Timur melayangkan surat ke Presiden Jokowi. Mereka meminta presiden memperhatikan kondisi jalan di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kecamatan Elar dan Elar Selatan. Ole yang benar saja ta para imam ini! Kenapa main tembak langsung ke presiden? Apakah bupati, gubernur, DPRD...
Pemimpin itu aset. Ini tesis politik, bukan jargon. Jargon akan selalu macet bila dihadapan dengan tumpukan perbicangan rasional. Jargon pun selalu lumpuh bila berhadapan fanatisme dan mistifikasi. Jargon selalu terhapus bila arogansi pekik kampanye tidak diimbangi dengan realitas politik. Nah, adalah sangat paradoksal bila seorang yang berasal dari institusi pengguna...
Oleh Alfred Tuname … Plouton: Nah, selamat jalan, Aiskhylos yang agung dan bijak, naiklah, selamatkan negeri kita ini dengan puisi-puisi bijak dari pikiranmu yang mumpuni itu; berikan nasehat bijak, dan didiklah kawanan bedebah itu, karena banyak kedunguan bersemayam di sana”. -Arisophanes (dalam Paideia, karya Haryanto Cahyadi, 2017) Mulanya, status Facebook Luko Modo...
Oleh Alfred Tuname Dalam cerita yang berseliweran, Viktor Bungtilu Laiskodat sudah punya segalanya. Ia punya harta yang digunakan untuk membantu banyak orang; memiliki seorang istri, bunda Julie Sutrisno Lasikodat, yang rendah hati dan kreatif; dan diikuti karir politik yang apik. Ada satu hal yang belum Viktor Laiskodat miliki, yakni kepercayaan politik....
Oleh Alfred Tuname Pemimpin politik tampaknya berbeda dengan pemimpin lainnya. Pemimpin politik diikuti sebab pengaruh. Di sana ada kekuasaan dan loyalitas. Kekuasaan dirayakan untuk mendistribusikan keadilan. Loyalitas digerakan oleh ideologi dan etos serta visi yang clear. Kepemimpinan di luar politik hanya soal aturan dan jejang. Di sana ada profesionalitas, promosi dan...
Oleh Alfred Tuname Hari sudah senja. Acara syukuran kemenangan Pilkada masih berlangsung. Seorang pria bertubuh besar datang secara langsung memberikan ucapan selamat  dan profisiat kepada pemenang Pilkada Mangarai Timur (Matim) 2018, Agas Andreas, SH., M.Hum dan Drs. Jaghur Stefanus atau Paket ASET. Pria itu dikenal dengan panggilan Medi Peot. Tentu saja...