Oleh Alfred Tuname Politik selalu tidak bisa lepas dari anasir-anasir budaya lokal. Actus politik perlu tuntunan nilai dan norma budaya. Dengan begitu, politik tidak akan kesepian. Dengan nilai dan norma budaya lokal, politik tidak keblinger, tidak sembarawut. Keadaban politik jutru tercermin dari pelaku politik (politisi) yang menghargai budaya. Saat itulah...
Oleh Alfred Tuname Melalui press release-nya (www.jatam.org, 14/4/2018), JATAM menyebarkan paranoianya kepada masyarakat Manggarai Timur (Matim). Isi paranoia tersebut adalah soal korelasi tambang dan Pilkada Matim 2018. Paranoia JATAM pun tersebar di media-media. Tentu saja, mempersoalkan tambang dan politik Pilkada adalah tugas yang luhur. Bahwa tambang tidak boleh masuk dalam Pilkada...
Oleh Alfred Tuname Debat Publik Pilkada Manggarai Timur (Matim) pada 06 April 2018, merupakan sebuah peristiwa politik penting. Menulis peristiwa itu berarti menyimpan ingatan atas politik Matim yang beradab dan aman. Dengan ingatan itu, publik mampu memahami bahwa politik itu bukan perkelahian melainkan pertentangan idea luhur bagi kesejahteraan bersama. Selebrasi publik...
Oleh : Petrus Selestinus Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) harus segera memastikan sekaligus menunjukan tangung jawabnya sebagai Institusi Negara terkait insiden penembakan warga sipil di Ruteng. Kepolisian semestinya wajib melindungi segenap masyarakat. Tidak terkecuali masyarakat Manggarai. Jangan biarkan Manggarai, Flores, NTT menjadi ruang "The Killing Fields" (Ladang Pembunuhan/Pembantaian) nyawa manusia. Korban Ferdinandus Taruk...
Oleh Alfred Tuname Istilah “leko-leles” menjadi causa selebre publik Manggarai Timur (Matim), khusus netizen medsos, seletah calon Bupati Agas Andreas menyebut frasa itu dalam sebuah kampanye politik Pilkada Matim 2018. Sebutan istilah “leko leles” sontak membuat semua tim sukses, “cheerleaders” politik dan tokoh (bukan budayawan) lawan politik merasa kesemutan dan...
Oleh Alfred Tuname Keputusan otoritatif Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Manggarai Timur (Matim) terhadap non PNS membuat miris nasib pendidikan di Manggarai Timur. Tak tanggung-tanggung, ada 109 guru “Bosda” dieliminasi dan 24 guru THL di-down grade. Semua ini lambat laun berdampak pada buruknya kualitas pendidikan di Matim. Bisa saja, pendidikan di...
OLEH : PETRUS SELESTINUS Pilkada di NTT 2018 saat ini berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sebab bukan saja Partai Politik peserta Pilkada yang tidak mampu menghadirkan kader berkualitas dan berintegritas atau yang dapat dikualifikasi sebagai kader berkelas "Kapitan Perahu". Tetapi juga masyarakat pun kesulitan menjagokan tokoh masyarakat yang memenuhi kualifikasi...
Oleh Alfred Tuname Pola-pola pembangunan selalu lahir dari persilangan kepentingan politik. Politik itu mengikuti arah kecenderungan angin mayoritas masyarakat. Sementara, proses pembangunan itu mengikuti arah arus dan gelombang politik. Semua itu bermuara pada pantai kebaikan bersama (bonum commune). Idealnya demikian. Bahwa apa pun keputusan, pembangunan harus dirasakan oleh sebagian besar masyarakat....
Oleh Alfred Tuname Kerja pemerintahan itu tidak seperti mengelola yayasan karikatif yang menjual kemiskinan dan kondisi kerontang masyarakat untuk mendapatkan donasi dari lembaga donor asing. Kerja pemerintahan adalah kerja politik pelayanan demi kebaikan bersama. Dalam suatu pemerintahan, semua orang mendapat pelayanan sama. Dalam pelayanan itu, tidak ada pembedaan warga negara baik...
oleh Alfred Tuname Dalam Pilkada Mangarai Timur, seorang calon wakil bupati dalam sebuah kampanye mengatakan, apabila pembangunan Manggarai Timur belum maksimal, maka yang disalahkan adalah wakil bupatinya karena fungsi pengawasannya tidak berjalan. Pernyataan itu terekam jelas dalam pemberitaan media online. Pernyataan tersebut cukup “provokatif” dan memancing kebingungan nalar politik publik. Sebab,...