• Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Wednesday, February 11, 2026
NEWSLETTER
Berita Flores
No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
Berita Flores
No Result
View All Result
Home BERITA

Proyek Berkualitas Buruk, Ini Komentar DPRD Manggarai Timur

by Redaksi Berita Flores
28 December 2018
in BERITA, HEADLINE, HUKUM, SOROTAN
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BORONG, BERITA FLORES — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur Gorgonius Bajang, akhirnya angkat bicara terkait proyek jalan berkualitas buruk di daerah itu.

“Kelemahannya disini adalah tim pengawasan yaitu konsultan pengawas dan perencanaan,” ujarnya kepada Beritaflores.com di ruang kerjanya Jumat, 21 Desember 2018.

Dia menilai, lemahnya pengawasan konsultan sangat berdampak pada kualitas sejumlah proyek di Manggarai Timur. Pihaknya meyakini, apabila pengawasan dilakukan secara serius, maka proyek pun berkualitas baik.

“Sehingga wajar saja kalau proyeknya tidak berkualitas. Jujur yah, kami sebagai anggota Dewan tidak hanya sekedar omong, tapi itu semua kami sampaikan kepada bupati saat rapat” kata Gonis.

Baca Juga: Proyek Jalan 3 Miliar di Manggarai Timur Berkualitas Buruk

Gonis menjelaskan, pemerintah selalu beralasan mengalami keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Jumlah tenaga pengawasan di lapangan sangat minim. Dengan demikian, tidak dapat mengawasi pekerjaan proyek secara keseluruhan di Manggarai Timur.

“Hanya sekarang konsultannya terbatas. Entah kenapa, konsultannya selalu dipercaya. Seperti kenyataan yang terjadi di Manggarai Timur. Dia ini satu konsultan. Tapi dia tangani dua sampai tiga proyek. Sehingga, pantas proyek malah berkualitas buruk,” ungkap politisi PDIP itu.

“Untuk apa proyek itu dikerjakan? Alokasi dana pun besar, kalau pihak ketiga (kontraktor) itu tidak melaksanakan dengan baik. Bikin habis uang saja,” tandas Anggota DPRD Dapil Elar, Elar Selatan dan Sambi Rampas itu.

Baca Juga: Proyek Air Minum 8 Miliar di Manggarai Timur Diduga Bermasalah

Dia menyebut, kondisi itu merupakan salah satu penyebab buruknya kualitas proyek di kabupaten Manggarai Timur. Apalagi, jika proyek tersebut tidak jelas tim pengawas di lapangan.

“Terhadap pengawas atau pihak ketiga kita harus benahi, dan minta pertanggungjawaban. Proses pengawasan juga harus dilakukan secara rutin,” tegasnya.

“Saya menduga bahwa kontraktor melakukan perundingan di ruang gelap untuk mengerjakan proyek melalui sub. Misalnya, pagu anggaran 1 miliar, terus dia berikan kepada sub-nya 800 juta. Mungkin saja ini yang terjadi. Ini salah satu penyebab proyek berkualitas buruk di Manggarai Timur,” ungkap dia.

Baca Juga: Proyek Jalan Lapen di Cibal Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Gonis kemudian mengkritisi pernyataan kontroversial salah satu kontraktor Hendrik Ongkor yang dirilis Beritaflores.com edisi 8 Desember 2018.

Saat itu, Hendrik Ongkor menyatakan bahwa hanya tim teknis dapat menilai berkualitas atau tidaknya sebuah proyek. Masyarakat bahkan anggota DPRD menurut dia tidak memiliki kewenangan menilai proyek di Manggarai Timur.

Menanggapai pernyataan Hendrik, Wakil Ketua DPRD, Gonis Bajang menegaskan, tidak ada aturan untuk melarang masyarakat menilai kualitas sebuah proyek. Masyarakat kata dia, berhak menilai bahkan mengkritisi setiap proyek tak berkualitas di Manggarai Timur.

“Anggota DPRD sebagai representatif dari masyarakat,” tukas dia.

Untuk diketahui, proyek jalan lapen menghubungkan Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda menuju Necak, Desa Compang Necak menjadi sorotan publik. Sebab, kualitasnya sangat buruk.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Bumi Cakra Persada dengan pagu anggaran senilai 3.790.182.173,54. Sementara nomenklatur proyek ini adalah Program/Kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan dengan Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Benteng Jawa – Necak. (EFREN POLCE/NAL/FDS/BEF).

Tags: DPRD MATIMGONIS BAJANGHENDRIK ONGKORPROYEK KUALITAS BURUKPT CAKRA BUMI PERSADA

BacaJuga

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

10 February 2026

Sinergi Pers dan Dekranasda: Mendorong UMKM Manggarai Menembus Pasar Nasional

10 February 2026

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

10 February 2026

Sinergi Pers dan Dekranasda: Mendorong UMKM Manggarai Menembus Pasar Nasional

10 February 2026

Melki Laka Lena Minta Pers Kritis Mengawal Pembangunan dan Dinamika Demokrasi

9 February 2026

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

9 February 2026

BANYAK DIBACA

Bupati Hery Nabit Lantik 4 Pejabat Eselon II, Camat Reok Barat jadi Kadis PMD Manggarai

Siswa SD Berusia 10 Tahun di Ngada, NTT Gantung Diri Diduga karena Tak Mampu Beli Buku

Pemda Manggarai Resmi Serahkan 991 SK PPPK Paruh Waktu, BKN Batalkan 1 Orang karena Bermasalah

Tersangkut Bebatuan Sungai, Korban Terseret Arus di Lemarang Ditemukan Tak Bernyawa

Di Balik Berita: Moralitas, Psikologi dan Integritas Jurnalis dalam Menjaga Kebenaran

NTT Mart UBSP Lembu Nai, Ajang Kompetisi UMKM dan Perluas Akses Pasar Produk Lokal

  • Redaksi
  • Pedomaan Media Siber
Kontak kami 0812-8640-2616

© 2025 Berita Flores

No Result
View All Result
  • POLITIK
  • HUKUM
  • GAGASAN
  • SOSIAL BUDAYA
  • EKBIS
  • PARIWISATA
  • DESA
  • ADVERTORIAL

© 2025 Berita Flores