Ini Target Wagub NTT Perbaiki Jalan Provinsi di Matim

0
362
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat memeberikan keterangan pers usai peletakan batu pertama pengerjaan jalan provinsi di Matim. (Foto: Dok. HAL).

BORONG, BERITA FLORES–Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi menargetkan untuk menuntaskan masalah infrastruktur jalan berstatus provinsi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur dalam kurun waktu selamat tiga tahun.

Ia menjelaskan hal tersebut saat menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama Pengerjaan Ruas Jalan menghubungkan Bealaing-Mukun-Mbazang di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Elar pada Kamis, 9 Mei 2019.

Baca Juga: Pemprov Alokasikan 8 Miliar Bangun Jalan Hotmix di Pantura Matim

Menurut Wagub Nae Soi, selama ini masyarakat Manggarai Timur sudah sekian lama menderita disebabkan karena kondisi jalan rusak yang tidak diperhatikan Pemprov NTT. Oleh karena itu, pihaknya ingin berkomitmen untuk membangun infrastruktur jalan yang berkualitas agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mobilitas warga menjadi terganggu karena jalan rusak. Bahkan melambatnya pertumbuhan ekonomi karena akses infrastruktur jalan yang kurang mendukung,” jelas dia.

Baca Juga: Kejar Ketertinggalan, Pemprov Prioritaskan Bangun Jalan di Kupang dan Manggarai Timur

Wagub Nae Soi menegaskan bahwa, masalah kemisikinan di NTT harus dipecahkan melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti; jalan, listrik dan air minum bersih.

“Setiap hari mengalami keterpurukaan dengan kontruksi jalan rusak, sehingga kita target jalan selesai dalam kurun waktu selama tiga tahun,” papar dia.

Pembangunan infrastruktur jalan, kata dia, menjadi program utama pemerintah provinsi NTT agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kondisi jalan yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Kita tidak lagi mengajarkan para petani, bagimana bercocok tanam, karena mereka sudah berpengalaman dalam bertani, tetapi tugas pemerintah adalah bagimana memastikan akses jalan dengan baik sehingga memudahkan mereka untuk menjual hasil pertanian,” terang Josef.

Ia meminta dukungan masyarakat Manggarai Timur terhadap program pemerintah Provinsi NTT. Ia juga meminta masyarakat untuk mengawasi seluruh pekerjan jalan yang sedang dikerjakan oleh kontraktor di ruas jalan Bealaing-Mukun-Mbazang.

“Pengawasan sangat penting dilakukan sehingga pekerjan berjalan lancar supaya cepat dirasakan oleh masyarakat Manggarai Timur,” ucap dia.

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas melalui Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Boni Hasudungan mengatakan, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi NTT karena telah membangun jalan Provinsi di wilayah administrasi Kabupaten Manggarai Timur.

“Pemda Matim siap mendukung Pemprov NTT agar seluruh proses pelaksanaan pembangunan yang ada tidak mengalami hambatan di lapangan,” urainya.

Selama ini, lanjut Boni, pembangunan jalan Provinsi hanya dua hingga tiga kilometer saja setiap tahunnya, sehingga secara matematis membutuhkan puluhan tahun untuk menngatasi persoalan infrastruktur jalan rusak di Matim. Akan tetapi dengan adanya program Gubenur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wagub Josef Nae Soi, ruas jalan provinsi dapat dibangun hingga 17 kilometer.

“Itu sungguh luar biasa,” kata Sekda Boni.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Maksi Y.E. Nenabu mengatakan bahwa, ruas jalan provinsi di NTT sepanjang 2.650 kilometer dengan rincian anatara lain: kondisi mantap sepanjang 1.889 dan kondisi tidak mantap sepanjang 960,2 kilometer.

Sementara ruas jalan provinsi di Manggarai Timur, jelas dia, sepanjang 73 kilometer. Ia menambahkan bahwa, ruas jalan tersebut merupakan ruas jalan rusak terpanjang di NTT dengan perincian antara lain; mantap 16,8 kilomter, sedangkan tidak mantap 10 kilometer dan rusak berat sepanjang 42 kilometer, atau 58 persen lebih dan sepanjang 45 kilometer nantinya akan diurus.

Maksi mengatakan, pada tahun 2019 ini, di wilayah Kabupaten Manggarai Timur dibangun ruas jalan dua segmen. Untuk segmen pertama hotmix 5 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar 18 miliar dikerjakan oleh  PT Wijaya Graha Prima. Sedangkan untuk paket segmen kedua sebanyak dua kilometer hotmix dan 10 kilometer menggunakan agregat untuk pemadatan permukan jalan.

Hal itu bertujuan untuk melakukan kolobarsi karena keterbatasan keuangan, juga menjawab kebutuhan riil di daerah, sehingga jalan tidak langsung dihotmix tetapi setidaknya menurunkan waktu tempuh perjalanan.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk mendukung penuh dengan cara pengawasan agar paket ini bisa berjalan dengan aman dan lancar. Pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu dengan begitu masyarakat juga bisa merasakan manfaat jalan lebih cepat. (HAL/RONALD/BEF).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here